Sabtu, 01 Oktober 2022


Kenali dan Kendalikan Hama Gudang

11 Agu 2022, 09:40 WIBEditor : Yulianto

hama gudang | Sumber Foto:dok. Wiwied

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Komoditas pertanian selalu mengalami permasalahan hama, baik ketika masih di lapangan sampai menjadi produk pangan yang disimpan dalam gudang. Hama gudang berdampak luas, mulai ketersediaan/susut kuantitas, penurunan mutu/susut kualitas hingga kelayakan konsumsi oleh manusia maupun ternak.

Manajer Science Innovation and Technology Departement (SITD), SEAMEO BIOTROP, Ir. Sri Widayanti, M.Si mengatakan, hama gudang patut diperhatikan karena dapat menetap bertahan dan bersembunyi di fasilitas dalam gudang. Ada dua kategori hama gudang yaitu hama primer dan sekunder.

Dalam webinar Cara Aman Menangkal Hama Gudang yang diselenggarakan Tabloid Sinartani bersama BASF, Rabu (3/8), wanita yang akrab disapa Wiwied ini mengatakan, untuk hama primer, merupakan hama yang dapat merusak produk atau bahan pangan yang masih utuh.

Sedangkan hama sekunder merupakan hama yang menyerang produk atau bahan pangan yang sebelumnya sudah rusak oleh hama primer. Bisa juga hama yang ada pada bahan pangan sudah mengalami pengolahan lanjutan. Contohnya, beras menjadi tepung beras.  

Wiwied mengingatkan kepada pelaku usaha, ada beberapa faktor hama gudang selalu ada dalam ekosistem pergudangan atau penyimpanan. Diantaranya, dalam lingkungan gudang, hama mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan dasar untuk berkembang biak dan bertahan hidup yakni makanan, tempat perlindungan dan pasokan air.

“Makanan hama gudang di tempat penyimpanan sangat berlimpah dan tempat berlindungnya pun sangat bagus, sehingga dapat berkembang biak dengan baik,” tuturnya. Sedangkan untuk pasokan air, hama gudang sudah mengalami mutasi atau beradaptasi di area pergudangan, sehingga tidak memerlukan supply air dalam bentuk minum seperti hewan dan manusia. Hama gudang sudah cukup dari kelembapannya.

Ada beberapa sumber serangan hama gudang. Diantaranya, infestasi terjadi sejak di lapangan atau tahap pra panen. Selain itu, dari sisa-sisa bahan simpanan sebelumnya yang ada di dalam gudang, dan pada sistem transportasi.

Sumber lain adalah bahan terinfestasi yang disimpan bersama dengan bahan yang baru masuk. Kadang juga karena serangga aktif terbang dan masuk ke dalam gudang atau tempat penyimpanan melalui ventilasi dan saluran lainnya.

“Kami pernah melakukan penelitian pada tanaman sorgum yang dilakukan pemanenan 10 hari sebelum panen. Ditemukan hama seperti sitophilus zeamais, corcyra cephalonica, sitotroga cerealella, araecerus fasciculatus dan carpophilus sp. Ini membuktikan hama gudang sudah ada sebelumnya di lapangan,” ungkapnya.

Trik Pengendalian

Untuk itu menurut Wiwied, diperlukan pencegahan atau pengendalian yang aman dan sesuai kondisi penyimpanan. Hal ini untuk meminimalisir potensi serangan hama gudang, serta memastikan kualitas dan kuantitas komoditas tetap terjaga selama masa penyimpanan.

Dalam komponen PHGT, pencegahan memiliki porsi yang paling besar yaitu 75%, sedangkan untuk inspeksi dan monitoring 20% pengendalian 5%. Pencegahan meliputi mencegah hama memasuki area penyimpanan, menginfestasi komoditas, dan bahkan mencegah hama berkembang biak.

Selain itu, penyesuaian dalam praktik pengelolaan komoditas di gudang penyimpanan dan introduksi cara-cara untuk menjaga kebersihan atau penerapan sanitasi. Ada beberapa cara pencegahan seperti menggunakan penghalang fisik, seperti kasa serangga, plastic curtain. “Bisa juga dengan air curtain untuk mencegah hama masuk ke area penyimpanan dan berpotensi menginfestasi komoditas,” katanya.

Cara lain yang bisa dilakukan dengan menghilangkan bahan-bahan yang dapat menjadi sarang atau sisa komoditas yang berceceran di dalam gudang penyimpanan atau sekitarnya. Kemudian, memberi jarak sekitar 50 cm antara tumpukan komoditas dan tembok agar terdapat ruang yang cukup untuk kebersihan.

Cara lain adalah menjaga agar gudang penyimpanan dan area sekitarnya bebas dari sisa-sisa makanan yang dapat menarik hama untuk datang,” tuturnya.  

Wiwied juga menyarankan, agar menetapkan prosedur standar untuk menginspeksi komoditas yang akan disimpan di gudang serta wadah penyimpanan. Dengan demikian, produk yang disimpan betul-betul bersih dari hama dan kadar air simpan yang sesuai hingga menerapkan First In First Out (FIFO) dan rotasi stok komoditas yang disimpan.

“Dengan mengetahui permasalahan hama gudang dan kerusakannya, juga teknik pencegahan, kita dapat melndungi komoditas yang ada dalam gudang dari serangan hama. Kita harapkan mutu komoditas dapat terjaga dan masa simpan menjadi lebih lama,” tuturnya.

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018