Sabtu, 01 Oktober 2022


Efektif Kendalikan Keong Mas, Belajar dari Petani Kulon Progo

21 Sep 2022, 08:00 WIBEditor : Yulianto

Sapta Dalyana, petani Kulonprogo | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Hama keong mas menjadi salah satu musuh petani saat budidaya padi. Pengendalian hama ini sangat penting untuk menjaga produksi, karena seranganya dapat menghabiskan bibit muda tanaman padi. Tentu saja hal ini sangat merugikan petani.

Bagaimana trik mengendalikan hama keong mas ini? Coba belajar dari Sapta Dalyana, petani Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta yang mengendalikan keong mas dengan menggunakan Kuame atau Kulit Ari Mete sebagai pestisida nabati.

Limbah jambu mete bisa diolah menjadi minyak mete yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan pestisida nabati. Kuame mengandung senyawa kimia antara lain tanin, anacardic acid dan cardol yang bermanfaat sebagai anti bakteri dan antiseptik.

"Keong Emas dalam lingkungan hidupnya yang berair apabila ditaburi bubuk Kuame keong akan mengeluarkan lendir dari tubuhnya sampai kekeringan, sehingga keong akan mati. Pada prinsipnya Kuame meracun Keong Emas dengan menguras lendirnya sampai kering dan mati," paparnya.

Cara kedua, lanjutnya, sebagai upaya pengendalian hama keong mas dengan memasang perangkap umpan menggunakan daun dan buah pepaya, nangka, atau daun lunak lainnya. Peletakan umpan dan dan buah pepaya yang masih mentah atau mengkal.

Namun ia mengingatkan, untuk pemasangan umpan ini harus disesuaikan dengan keadaan populasi keong. Semakin banyak populasi keong jumlah umpan yang dipasang juga harus banyak. Hal ini agar waktu kita kontrol dan mengangkat jaring populasi keong masih berada didalam parit diatas jaring," ungkapnya.

Sementara itu Akademisi Fakultas Pertanian UGM, Nugroho S. Putra mengatakan, prinsip penting dalam pengelolaan hama, yaitu merancang habitat agar sesuai bagi tanaman dan organisme bermanfaat, tetapi tidak sesuai bagi organisme merugikan (hama).

Prinsip selanjutnya yakni memahami perikehidupan organisme target (titik lemah), kemudian yang ketiga adalah cara atau teknologi yang digunakan harus efektif, efisien dan aman.

Menurutnya, ada beberapa hal penting pada pengelolaan keong mas. Pertama, waktu. Keong mas ini suka terhadap tanaman padi yang usianya kurang dari 1 bulan.

Karena itu, petani harus melakukan tanam serempak agar keong mas ini tidak berpindah ke tempat lain yang umur tanaman padinya lebih muda. “Untuk itu, taman serempak menjadi hal yang penting," ujar Nugroho.

Kedua, Nugroho menambahkan, pada pengelolaan keong mas adalah mengandalkan musuh alami seperti semut merah, tetapi tergantung lokasi atau habitat. Tetapi musuh alami ini tidak bisa selamanya bisa diandalkan, karena disatu sisi bisa bermanfaat, tapi diwaktu lain dapat mengganggu juga.

"Pengendalian mekanik atau fisik merupakan pengendalian paling aman tetapi membutuhkan peran bersama (pengendalian secara komunitas, red). Pestisida nabati juga dapat diterapkan ketika populasi tinggi, tetapi penggunaannya harus secara hati-hati," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi menjelaskan, keong mas bukan merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada tanaman padi dan jagung di Indonesia, tapi dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Pestisida nabati bisa dimanfaatkan untuk pengendalian keong mas ini

"Kalau ingin irit kita bisa buat sendiri (pengendali hama,red). Jadi dapat mengamankan dan menekan biaya produksi agar produktivitas dapat dan kesejahteraan petani juga dapat melalui nilai tambahnya," kata Takdir.

Takdir menyebutkan, cara pengendalian dapat melalui kultur teknis dengam pengelolaan air dan pengaturan pola tanam. Kemudian secara fisik mekanis dengan pemungutkan telur keong, pemasangan penghalang plastik pada persemaian dan sanitasi lingkungan dengan membersikan gula dan memasang saringan pada saluran masuk air.

"Pengendalian secara nabati bisa dengan ekstrak pestisida nabati menggunakan daun mimba, daun sembung, umbi gadung dan lain-lain," katanya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018