Kamis, 09 Februari 2023


Aplikasi Bio Aktivator pada Sawit, Biaya Operasional Menurun Drastis

16 Jan 2023, 04:01 WIBEditor : Gesha Yuliani Nattasya

Pengaplikasian bioaktivator | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Untuk mengatasi kelangkaan pupuk bagi petani sawit di Aceh Tamiang, Tim pelaksana Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) Aceh Tamiang, Izuddin SP melibatkan Admansyah Lubis penemu pupuk bio aktivator untuk memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada petani kelapa sawit. 

Menurut Izuddin yang juga alumni Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh menyebutkan Pelatihan diberikan kepada 47 kelompok petani kelapa sawit swadaya peserta program Verified Sourhing Area (VSA) di Aceh Tamiang dengan total jumlah petani mencapai 2.200 orang.

Dikatakan setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk menerima pelatihan pupuk organik dari Admansyah Lubis yang juga penyuluh swadaya Nasional. Kegiatan ini juga disertai dengan kegiatan monitoring 1 dan 2 bulan pasca pelatihan terhadap tanaman yg di uji coba saat pelatihan. 

"Kita sudah berikan pupuk organik sejak bulan Agustus 2022 dengan rata-rata 10 kelompok setiap bulan," bebernya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi petani yang menghadapi permasalahan kelangkaan dan mahalnya harga pupuk. Selain itu, diharapkan nantinya petani juga dapat menghasilkan produksi kelapa sawit yang dikelola secara ramah lingkungan sebagaimana diinginkan oleh pasar CPO dunia

"Vetified Sourching Area (Daerah Sumber Terverifikasi), sebuah program yang menginisiasi upaya untuk menjadikan Aceh Tamiang sebagai kabupaten yang diakui menghasilkan produksi komoditi pertanian dan perkebunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," pungkasnya.

Sementara Admansyah Lubis menyampaikan rasa syukur dan ucapan terimakasih atas kerjasama ini."Alhamdulillah dengan adanya program kerja sama dengan PUPL Aceh Tamiang, sangat membantu petani kelapa sawit di Aceh Aceh Tamiang," ucapnya.

Menururnya, petani sawit kini selain cerdas dalam perawatan serta mampu mengatasi permasalahan hasil juga bisa mengatasi kelangkaan pupuk dan kalaupun ada, harganya sangat mahal.

"Dengan bio teknologi hayati mampu memperkecil biaya usaha tani sawit hampir 50?ri biaya konvesional," imbuhnya. 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018