Minggu, 14 April 2024


Aplikasi PeTani Apps, Bantu Petani Budidaya Jagung

15 Mar 2023, 08:59 WIBEditor : Yulianto

PeTani Apps bantu petani berbudiaya jagung | Sumber Foto:dok.Syngenta

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang---Era digitalisasi membuat semua sektor harus memasuki dunia tersebut, tak terkecuali dengan pertanian. Untuk membantu petani, khususnya yang berbudiaya jagung, Syngenta Indonesia memperkenalkan aplikasi PeTani Apps

Seed Business Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat mengatakan, untuk membantu petani dibagian hilir, pihaknya melakukan inovasi digitalisasi untuk menjangkau sekitar tujuh juta petani jagung di Indonesia. PeTani Apps adalah aplikasi yang dikembangkan Syngenta untuk memberi akses satu pintu bagi petani jagung untuk memperoleh semua informasi terkait budidaya jagung.

“Termasuk solusi agronomi, prakiraan cuaca, jadwal tanam, rekomendsi produk, perhitungan keuntungan, hingga informasi terkait ketersediaan produk benih dari kios pertanian terdekat. Selain itu, di tahun 2023 Syngenta juga telah merambah e-commerce untuk menjual produk benih jagung hibrida secara daring,” tuturnya.

Pengembangan inovasi digital ini diakui Fauzi sangat penting. Pihaknya menyadari dengan hanya 135 orang staf yang bekerja di lapangan, sangat tidak mungkin untuk menangani 7 juta petani jagung. Untuk itu, harus menggunakan teknologi yang dapat dipakai petani.

Dalam aplikasi tersebut, petani bisa bertanya dan akan dijawab pemandu. Petani juga bisa belajar dan membuat kalender tanam. Di PeTani Apps juga ada informasi daftar harga benih, sehingga petani bisa mendapatkan informasi dari tiap kios jagung.

Petani bisa membeli melalui Tokopedia, Shopee atau Lazada untuk melakukan transaksi pembelian jagung. Kenapa ini kami lakukan, agar petani tidak tertipu saat membeli benih jagung milik Syengenta,” katanya.

Dengan cara ini Fauzi berharap petani mendapatkan kemudahan saat membeli jagung dan tidak perlu harus ke kios sarana produksi.

“Saya melihatnya satu hal pentingnya bahwa inovasi itu membawa Syngenta menjadi yang terdepan di pasar dan membantu pemerintah dalam mencapai swembada jagung berkelanjutan,” katanya.

Apalagi lanjut Fauzi, Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara penghasil jagung terbesar di dunia. Selain sebagai bahan pangan, permintaan jagung sebagai pakan ternak juga terus meningkat setiap tahunnya.

Diakui, inovasi pertanian dari hulu ke hilir menjadi salah satu kunci dalam mencapai keunggulan pasar dan peningkatan keuntungan bagi petani. Misalnya di hulu, peran riset dan pengembangan jagung, Syngenta membantu akselerasi seleksi benih jagung.

Menurutnya, dengan menggunakan teknologi pemuliaan yang lebih maju waktu yang dibutuhkan untuk menghadirkan satu varietas benih hibrida yang baru menjadi lebih singkat. Jika sebelumnya enam sampai delapan tahun, kini hanya perlu waktu tiga sampai empat tahun. 

Jagung NK saat ini menjadi andalan Syngenta dan telah mendominasi pasar jagung Indonesia.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018