Sabtu, 24 Februari 2024


LKP ID, Bantu Petani Tekan Biaya Produksi

08 Des 2023, 16:36 WIBEditor : Herman

Aplikasi LKP ID bantu petani tekan biaya produksi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang ---  Kini petani bisa tersenyum lebar, pasalnya IRRI dan BSIP mengembangkan aplikasi Layanan Konsultias Padi (LKP) yang bisa membantu petani dalam melakukan kegiatan pertanian. Dengan aplikasi LKP ID ini, petani bisa melakukan pemupukan lebih efektif dan efisien sehingga bisa menekan pengeluaran.

Produksi padi yang tinggi belum tentu menjamin pendapatan petani tinggi pula.   Petani yang bersangkutan sering hanya merasa impas saja, bahkan merugi bila dihitung benar antara biaya yang dikeluarkan, dibanding hasil yang diperolehnya.

Salah satu faktor penyebab adalah penggunaan pupuk yang kurang efisien dan kurang tepat. Sehingga penambahan biaya pupuk yang dikeluarkan, tidak sebanding dengan perolehan hasil padi.

Aplikasi LKP ID Versi 1.0 ,  yang segera akan disempurnakan menjadi versi 2.0, dapat membantu Penyuluh Pertanian memberikan rekomendasi pemupukan yang optimal bagi petani mitra kerjanya.

Penyuluh Pertanian dari Balai Penerapan Standarisasi Instrumen Pertanian (BPSIP)  Jateng, Tri Cahyo Mardiyanto, SP.M.Si,  mengatakan aplikasi Layanan Konsultasi Padi (LKP) tersebut merupakan hasil kerja bareng antara IRRI dan BSIP.

Hal tersebut terungkap  ketika ia menyampaikan makalah berjudul “ Pengenalan dan Penerapan Digital Tool Pertanian Untuk Pemupukan Tanaman Padi Terstandar Mendukung Pertanian 4.0” pada acara Sosialisasi dan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian di Aula BPSIP Jawa Tengah pada akhir November 2023 lalu.

Cahyo juga mengatakan bahwa  ia termasuk anggota Tim di BPSIP Jateng yang sedang ditugasi  untuk mengampu Program Layanan Konsultasi Padi (LKP) di Jawa Tengah. Ada beberapa kegiatan yang sedang berjalan dibeberapa lokasi saat ini

Lebih lanjut Penyuluh Pertanian yang baru saja menyelesaikan program S3 nya tersebut mengatakan bahwa, Rice Crop Management (RCM) atau dikenal sebagai “ Layanan Konsultasi Padi (LKP) “  di Indonesia, telah dikembangkan oleh International Rice Research Institute (IRRI) sejak tahun 2015.

Layanan Konsultasi Padi (LKP) merupakan aplikasi (alat digital) pertanian yang memberikan rekomendasi pengelolaan hara spesifik lokasi, yang diadaptasi dari prinsip dan pendekatan Site-Specific Nutrient Management (SSNM).

Rekomendasi yang diberikan LKP, menghitung takaran pemupukan berdasarkan target hasil yang disesuaikan dengan hasil pengalaman yang dilaporkan oleh petani dan praktik pengelolaan saat ini.

Alat digital pertanian seperti LKP dapat memberikan informasi praktik manajemen usahatani kepada petani dalam skala besar untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik.

“Sejak dirilis, LKP belum pernah diperbarui.  Melalui kegiatan RCM Indonesia Tahun 2023 ini, IRRI dan BSIP Kementerian Pertanian berencana akan mengembangkan lebih lanjut LKP, serta menyebarluaskan untuk meningkatkan taraf hidup petani padi Indonesia “ ungkapnya.

IRRI bekerjasama dengan Pusat Standardisasi Instrumen Tanaman Pangan (PSITP), Balai Besar Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BBPSIP), Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) akan melakukan pendataan terhadap potensi yang ada, serta kendala penyuluh pertanian dan petani untuk menyesuaikan kegiatan peningkatan kapasitas LKP.

Diterang Tri Cahyo Mardiyanto, bahwa aplikasi tersebut sangat mudah diakses, dan mudah dioperasikan.

“Aplikasi tidak perlu di download, tinggal ketik di mesin pencari secara online (misal : google), alamat web pada http://webapps.irri.org/id/lkp atau ketik langsung lkp irri”, tambahnya.

Cara kerja LKP pertama kali adalah menghadirkan petani yang memerlukan layanan. Setelah itu petani bisa menjawab serangkaian pertanyaan yang muncul pada aplikasi LKP.

“Setelah diketik “ lkp irri” di Google dan di klik akan muncul beberapa akun, pilih akun “LKP ID Versi 1.0” kemudian klik.” Tambahnya.

Lebih lanjut Tri mengatkaan, pada aplikasi akan muncul serangkaian pertanyaan dan kisi-kisi jawaban.

“Petani tinggal menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul, kemudian penyuluh pertanian klik dilayar HP sesuai jawaban petani.” Ujarnya.

Penulis bersama seorang Penyuluh Pertanian Lapangan dari BPP Ungaran Timur, Mey trisetyoningdyad telah mencoba menjalankan aplikasi LKP tersebut.  Responden yang dikunjungi adalah Mufidin, seorang petani maju di desa Kalirejo dan Mufti petani anggota kelompok tani.

Menurut Mey, panggilan Meytri, aplikasi tersebut cukup mudah dan membantu. “ Ada beberapa point, yang jawaban petani atas pertanyaan tidak ada dalam kisi-kisi pilihan jawaban. Misalnya varitas yang ditanam dan penggunaan POC dan pembenah tanah.”

Setelah petani selesai dengan jawaban terakhi, setelah menunggu beberapa detik, dilayar HP langsung muncul rekomendasi atas keinginan petani.

Mufidin merasa rekomendasi tersebut sangat bermanfaat. Karena ternyata selama ini dia memupuk dengan jumlah yang terlalu banyak, dan salah pula waktu pemberian. Pupuk NPK justru ditebar pada saat pemupukan terakhir. Meytri juga mengaku bahwa ia belum mendapat sosialisasi tentang aplikasi LKP tersebut.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018