Sabtu, 24 Februari 2024


Jamaluddin Abu, Petani Muda Gowa di Konferensi Perubahan Iklim Dunia

13 Des 2023, 16:03 WIBEditor : Herman

Jamaluddin Abu Petani Muda Kabupaten Gowa | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Dubai --- Ada yang menarik dari Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2023 (COP28). Pada kegiatan yang dihadiri kurang lebih 200 Kepala Negara ini, Petani Muda Gowa, Jamaluddin Abu, berkesempatan memaparkan kegiatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pada Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-28 atau COP 28 yang diselenggarakan 30 November - 12 Desember 2023 di Expo City, Dubai, Uni Emirat Arab, Paviliun Indonesia mengangkat tema “Indonesia’s Climate Actions:  Inspiring the World”.

Tema tesebut dikemas dalam empat sub-tema, yaitu stronger new renewable energy commitments, robust climate action on land based sector, inspiring finance and  technology innovations, dan solid collaborative climate action of people’s prosperity.

Kesempatan berharga menghampiri Local Champion Kampung Berseri Astra (KBA) Kanreapia, Kampung Iklim, Jamaluddin Abu. Pasalnya pria yang akrab disapa Jamaludin ini bisa hadir di Paviliun Indonesia di Dubai Uni Emirat Arab sebagai salah satu Narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin memaparkan kegiatan–kegiatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang di terapkan di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut antara lain menjaga mata air, sekolah alam dengan membersihkan sungai, menyiapakan lahan penghijauan, memanen air hujan dengan mendirikan embung pertanian, menerapkan pertanian organik, pertanian terpadu hingga sedekah sayur di Tengah covid 19.

“Aksi ini mampu membawa para petani tetap produktif di musim kemarau setiap tahun, itu menandakan para petani kita masih bisa menanam dan panen walaupun musim kemarau,” ujarnya.

Jamaluddin menyampaikan apa yang dilakukan berkat dukungan berbagai pihak mulai dari Masyarakat Kanreapia, pemuda Kanreapia Tombolo Pao dan Tinggimoncong .

“Kegiatan ini jga berhasil karena kolaborasi banyak pihak seperti Satbrimob Polda Sulawesi Selatan, PPIU Yess Sulsel, Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa dan PT Astra International TBK yang menjadikan Kampung Berseri Astra.” Tambahnya.

Jamaluddin Abu mengatakan bahwa desanya Kanreapia memiliki potensi pada sektor pertanian. Dari potensi tersebut ia bersama masyarakat Kanreapia serta pemuda Kanreapia Tombolo Pao dan Tinggimoncong  menyadari pentingnya menjaga alam atau lingkungan tempat tinggalnya.

“Aksi kita di mulai dari Gerakan Literasi Rumah Baca Petani dan terus berjalan hingga akhirnya Astra memberikan berbagai dukungan dan pendampingan. Sehingga di tahun 2020 Desa Kanreapia mendapatkan penghargaan sebagai Kampung Iklim Lestari yang merupakan penghargaan tertinggi pada bidang proklim oleh KLHK RI,” terangnya.

Jamaluddin Abu merasa sangat senang dan bangga bisa memaparkan aksi iklim di desanya pada Cop Konferensi Iklim Internasional COP 28 di Dubai Emirat Arab.

“Alhamdulillah aksi–aksi iklim di desa saya bisa di sampaikan pada forum International,  ini menandakan bahwa aksi iklim dari tingkat tapak berperan penting dalam menjaga alam atau lingkungan kita.” ungkapnya.

Jamaluddin menambahkan hal tersebut juga tidak terlepas dari adanya budaya gotong royong yang sangat tinggi yang dimiliki Masyarakat desa Kanreapia yang diberinama AKKAMMISI.

“Setiap hari Kamis,  Masyarakat melakukan kerja bakti, ini menjadi ciri khas kita di desa Kanreapia yang harus dijaga dan dikembangkan.” Tambah Jamaluddin.

Sebagai informasi, COP 28 adalah konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-28 yang diadakan setiap tahun, dan merupakan satu-satunya forum pengambilan keputusan multilateral di dunia mengenai perubahan iklim dengan keanggotaan hampir seluruh negara di dunia.

Sederhananya, COP 28 adalah tempat dunia berkumpul untuk menyepakati cara-cara mengatasi krisis iklim, seperti membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius, membantu komunitas rentan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim, dan mencapai net-zero emisi pada tahun 2050.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018