Minggu, 14 April 2024


Langsung dari Operator, Begini Bocoran Merawat Cultivator Cakar Baja

05 Mar 2024, 11:46 WIBEditor : Gesha

Cultivator Cakar Baja dari Quick Indonesia | Sumber Foto:Quick Indonesia

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dari tangan para ahlinya langsung, inilah bocoran eksklusif tentang cara merawat Cultivator Cakar Baja yang akan menjaga lahan Anda tetap subur dan produktif!

Kepala Seksi Demo Produk, Pusat Pelatihan Pelanggan, dan Standarisasi, dari CV Karya Hidup Sentosa (Quick Indonesia), Nizar Maulana Malik dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian "Peningkatan Produktivitas dan Produksi Padi dan Jagung" menjelaskan, cultivator Cakar Baja adalah solusi serba guna untuk pertanian sayur, tembakau, bawang merah, umbi, dan buah.

"Dengan beragam implementasi, cultivator ini dapat mengolah berbagai jenis lahan, membuat guludan/bedengan, dan melakukan penyiangan. Dilengkapi dengan mesin penggerak Honda GX 200 (mesin bensin) yang bertenaga 6,5 HP atau GX 160 yang bertenaga 5,5 HP," bebernya.

Nizar menjelaskan, Cultivator bekerja dengan menggunakan gigi yang menancap ke tanah sambil ditarik oleh sumber tenaga, yaitu traktor. Cultivator biasa digunakan untuk penyiang rumput dan mengemburkan tanah pada lahan yang kering, yang sangat membantu pekerjaan para petani.

"Cara kerjanya adalah dengan mengaduk dan menghancurkan gumpalan tanah sebelum penanaman maupun setelah benih ditanam,," tuturnya.

Karena pentingnya cultivator ini, maka perlu dilakukan perawatan agar cultivator dapat bekerja dengan baik dan tidak mengurangi kualitas kerjanya.

Untuk menjaga performa, Mesin Honda GX perlu dirawat secara berkala. Perawatan pada Quick Cultivator Cakar Baja cukup mudah, fokus pada kebersihan filter udara dan karburator, serta penggantian oli mesin secara rutin.

Membersihkan Filter Udara 

a. Lepaskan baut kupu-kupu di atas filter udara, kemudian buka penutup atas dan keluarkan elemen filter udara dari dalam filter.

b. Lepaskan bagian bawah filter udara atau pan air cleaner. Pastikan untuk menutup lubang flange filter udara atau air cleaner agar tidak ada benda asing yang masuk.

c. Keluarkan isi elemen filter udara dan bersihkan dengan menggunakan bensin, kecuali seal. Jika busa penyaring dalam kondisinya rusak, sebaiknya diganti dengan yang baru.

d. Pasang kembali elemen filter dengan memasukkan bagian bawah filter udara atau pan air cleaner ke dalam flange air cleaner terlebih dahulu.

e. Setelah filter udara terpasang, pasang kembali penutup bagian atas dan kencangkan baut kupu-kupu.

Membersihkan Karburator

a. Lepaskan filter udara pertama dengan mengendorkan baut kupu-kupu, lalu tarik elemen filter udara. Selanjutnya, lepaskan dua baut pengunci siku saringan udara menggunakan kunci ukuran 10.

b. Tarik manifold karburator, lalu lepaskan manifold plat, rod choke, pegas gas, dan selang suplai bensin. Setelah melepaskan selang bensin, pastikan untuk menutup selang agar bensin tidak tumpah.

c. Buka pengunci karburator yang terletak di bawah karburator dengan kunci ukuran 10. Lepaskan pelampung, bersihkan dengan kuas, dan pastikan untuk tidak merubah kestabilan jarum pelampung.

d. Bersihkan kotoran di dalam manifold dan di luar karburator dengan injektor cleaner hingga bersih. Bilas juga dengan kuas yang dicelupkan ke dalam bensin.

e. Kendorkan main jet dengan obeng sampai terlepas, lalu keluarkan main nozzle. Bersihkan keduanya dengan injektor cleaner, keringkan dengan udara bertekanan, dan pastikan tidak ada kotoran yang menutupi lubang pada main jet dan main nozzle.

f. Setelah dibersihkan, pasang kembali dengan memasang main nozzle terlebih dahulu, kemudian main jet. Kencangkan dengan obeng. Pasang pelampung dan pastikan dapat berfungsi dengan baik.

g. Pasang tutup karburator dan kencangkan bautnya menggunakan kunci ukuran 10.

i. Pasang kembali karburator ke manifold, lalu sambungkan kembali selang bensin, rod choke, dan pegas gas. Pasang siku saringan udara dan kencangkan bautnya. Terakhir, pasang komponen filter udara dan kencangkan baut kupu-kupunya.

Ganti Oli

Oli merupakan komponen penting untuk melumasi bagian-bagian mesin yang vital.

Penggunaan mesin yang intens atau paparan panas dapat menyebabkan oli menguap atau terjadi kebocoran, sehingga perlu diperiksa secara rutin setiap minggu.

Untuk pemeriksaan, cukup cabut tongkat pemeriksa oli mesin (dipstick) yang terletak di depan mesin.

Warna oli yang tidak jauh berbeda dengan saat pertama diisikan (biasanya bening) menunjukkan kondisi mesin prima.

Namun, jika oli berwarna hitam, itu menandakan perlunya penggantian oli.

Untuk Mesin Honda GX, disarankan mengganti minyak pelumas setelah 20 jam penggunaan pertama, dan selanjutnya setiap 100 jam atau 2 bulan penggunaan. Oli yang direkomendasikan adalah oli SAE 10-30.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018