Minggu, 14 April 2024


Kreatif! BPP Insana Tengah Bisa Awetkan Jagung Pakai Kelapa Sangrai

13 Mar 2024, 09:59 WIBEditor : Gesha

Pengawetan jagung ala TTU | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Timor Tengah Utara -- Seorang penyuluh pertanian di Timor menciptakan metode inovatif untuk mempertahankan jagung dengan memanfaatkan parutan kelapa yang telah disangrai.

Salah satu tantangan yang dihadapi petani di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) adalah penanganan pasca panen jagung, yang mengakibatkan penurunan harga setiap kali panen dan tidak mencukupi biaya produksi.

Dalam mengatasi masalah ini, BPP Insana Tengah menginisiasi inovasi dalam pengawetan jagung yang mereka sebut Teknologi Pangan Mengawetkan Pangan (TPMP), di mana jagung diawetkan menggunakan bahan pangan yaitu Kelapa Sangrai.

Kepala BPP Insana Tengah, Melkianus Lakapu, SP, menjelaskan bahwa Teknologi ini terinspirasi oleh praktik tradisional masyarakat Pulau Timor dahulu yang menggunakan minyak biji pohon kusambi untuk mengawetkan jagung.

Penggunaan minyak biji pohon kusambi ini membuat beberapa bahan pangan, termasuk jagung, dapat bertahan lama dalam penyimpanan.

Dengan dasar ini, BPP Insana Tengah melakukan uji coba penyimpanan jagung, namun dengan menggunakan kelapa sebagai pengawetnya.

Prosesnya cukup sederhana, yaitu buah kelapa diparut dan disangrai setengah matang atau berwarna kuning, kemudian dicampur dengan jagung sebelum disimpan.

Namun, sebelum dicampur dengan parutan kelapa yang disangrai, jagung harus dijemur setengah hari agar bijinya sedikit panas.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa biji jagung tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami kerusakan atau kelembaban.

Hama seperti Sithophilus yang biasanya merusak jagung tidak dapat menembus jagung karena adanya bau dan minyak dari kelapa yang melindungi jagung.

Dengan demikian, jagung tetap awet meskipun disimpan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, kualitas biji jagung juga terjaga sehingga saat ditanam, jagung dapat tumbuh dengan baik.

Proses pengawetan jagung ini juga memberikan rasa khas pada jagung ketika digoreng atau dimasak.

Melkianus Lakapu berharap agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai teknologi yang mereka temukan, karena hal ini akan sangat membantu petani jagung di Pulau Timor, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Teknologi ini memiliki beberapa kelebihan, seperti penggunaan bahan yang ramah lingkungan, mudah diaplikasikan, biaya terjangkau, dan sangat sesuai dengan kebutuhan petani.

"Semoga temuan ini dapat memberikan manfaat yang besar, terutama bagi petani jagung," harapnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018