Senin, 22 April 2024


Pusat PVTPP Dorong Kompetensi Co Breeder dalam Merakit VUB 

02 Apr 2024, 14:31 WIBEditor : Yulianto

Kepala Pusat PVTPP, Dr. Leli Nuryati saat memberikan arahan Peningkatan Kompetensi Pendamping Pemulia (Co Breeder) yang dilakukan secara daring di Jakarta, Rabu (27/3). | Sumber Foto:Humas PVTPP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta=--Untuk mendukung program Pemerintah dalam peningkatan produksi pangan, Pusat PVTPP terus mendorong penyelenggara pemuliaan, khususnya co breeder untuk menghasilkan varietas unggul baru yang adaptif terhadap cekaman abiotik maupun biotik. Apalagi kini dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan. 

Kepala Pusat PVTPP, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc mengatakan, penyelenggara pemuliaan harus berinovasi menghasilkan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim global yang sejalan dengan program yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Peran pemulia dan peneliti di balai-balai penelitian pemerintah maupun swasta juga dituntut untuk lebih aktif lagi untuk merakit varietas unggul baru yang mempunyai keunggulan komparatif. 

Apalagi menurut Leli, tren perakitan atau pemuliaan tidak lagi pada produktivitas yang tinggi, tapi diarahkan lebih kepada varietas yang mempunyai keunggulan spesifik tertentu. Misalnya, toleransi terhadap lingkungan abiotik maupun biotik ataupun bahan pangan fungsional seperti kandungan antosianin, Zinc, zat besi, beta karoten maupun protein tinggi.

“Peneliti dan pemulia juga perlu memperhatikan bagaimana perubahan preferensi konsumen, khususnya untuk komoditas hortikultura,” kata Leli saat Peningkatan Kompetensi Pendamping Pemulia (Co Breeder) yang dilakukan secara daring di Jakarta, Rabu (27/3).

Leli mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan dan meningkatkan wawasan bagi pemulia, peneliti muda, petugas teknis di daerah serta calon pendamping pemulia dari balai penelitian pemerintah dan pemerintah daerah maupun swasta. Dengan kegiatan ini diharapkan mereka dapat memahami teknik perakitan varietas baru dan menuangkan laporan hasil pengujian kedalam bentuk proposal pelepasan. 

Kegiatan tersebut telah dilakukan 2 kali. Pertama tentang Teknik Pemanfaatan Double Haploid yntuk Perakitan Varietas Unggul yang dilaksanakan pada 19 Maret 2024 dengan menghadirkan narasumber dari Khon KAen University (Dr. Abil Dermail), IPB University (Prof. Dr. Bambang S. Purwoko) dan PT Advanta Seed (Purwito Djoko Yuwono, M.Sc). 

Kedua, tentang Teknik Penyusunan Laporan (Proposal) dan Analisa Data Hasil Pengujian yang dilaksanakan pada 27 Maret 2024. Menghadirkan narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Prof. M. Azrai), Fakultas Pertanian IPB University (Prof. Dr. Sobir) dan Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN (Dr. Ismail Maskromo). Acara yang berlangsung secara hybrid dan diikuti lebih dari 700 peserta. Kegiatan ini juga ditayangkan melalui streaming youtube Pusat PVTPP. 

Leli berharap, diseminasi semacam ini harus terus dilakukan sebagai upaya memberikan informasi tentang teknologi perakitan varietas unggul baru kepada penyelenggara pemuliaan. Khususnya untuk mendorong industri benih nasional semakin maju dan kualitas produk Indonesia mampu bersaing dipasar global.

Prof. M. Azrai dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin mengatakan, dalam perakitan varietas unggul baru dilakukan beberapa proses pengujian dan bermuara pada penyampaian hasil pengujiannya kedalam bentuk laporan atau proposal yang akan dievaluasi oleh Tim Penilai di masing-masing komoditas. 

Menurutnya, proposal merupakan gambaran secara menyeluruh terhadap proses pengujian mulai dari tujuan perakitan, metodologi hingga pembahasan hasil pengujian dan data pendukung yang diperlukan. “Mengingat kaidah pelepasan antar komoditas berbeda sehinga perlu dicermamati dengan baik SOP yang ada,” katanya. 

Dr. Abil Dermail dari Khon Kaen University, Thailand mengatakan, pPrinsip teknologi Double Haploid ini adalah bagaimana mendapatkan tanaman homozigot dengan lebih cepat untuk dijadikan sebagai tetua/induk persilangan. Teknologi ini disinyalir lebih efisien dan efektif dalam menghasilkan varietas unggul baru (lebih hemat waktu, biaya dan SDM). 

Dari berbagai teknologi yang ada saat ini, Menurut Abil, dalam perakitan varietas unggul baru pemiilihan penggunaan metode yang akan digunakan tergantung dari tujuan perakitan yang diinginkan (breeding by design), kreativitas pemulia dan kondisi penyelenggara pemuliaan. 

“Silsilah varietas harus bisa tertelusur dengan baik melalui skema breeding yang jelas, keunggulan varietas juga harus bisa dibuktikan dengan data statistic, serta komitmen penyediaan benih kedepan juga menjadi konsen dari para pemulia,” katanya. 

Reporter : Humas PPVT-PP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018