Jumat, 21 Juni 2024


Musim Kemarau Dimulai Mei, Puncaknya Juli 2024

02 Mei 2024, 07:11 WIBEditor : Gesha

Musim kemarau | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah meramalkan awal musim kemarau periode tahun 2024 di Indonesia. Menurut laporan BMKG, beberapa daerah diperkirakan akan memasuki musim kemarau mulai bulan Mei 2024.

Sebagian besar wilayah di Indonesia saat ini sedang mengalami masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.

Prediksi BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar daerah di Indonesia akan memasuki awal musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024.

"Prediksi musim kemarau 2024 pada 699 ZOM (Zona Musim) di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprediksi mengalami Awal Musim Kemarau 2024 pada bulan Mei hingga Agustus 2024, yaitu sebanyak 445 ZOM (63,66%)," menurut keterangan resmi BMKG.

Menurut laporan BMKG, sebanyak 95 ZOM memasuki awal musim kemarau pada bulan April 2024. Selanjutnya, sebanyak 133 ZOM akan memasuki awal musim kemarau pada bulan Mei 2024, diikuti oleh 167 ZOM pada bulan Juni 2024.

Pada bulan Juli 2024, sebanyak 48 ZOM baru akan mengalami awal musim kemarau, sementara pada bulan Agustus 2024, sebanyak 97 ZOM akan mengalaminya.

Daftar daerah yang akan memasuki awal musim kemarau pada bulan Mei 2024 adalah sebagai berikut:

- Di Sumatera, 11 ZOM akan mengalami awal musim kemarau pada Mei 2024 dasarian I-III.

- Di Jawa, 102 ZOM akan mengalami awal musim kemarau pada Mei 2024 dasarian I-III.

- Di Bali dan Nusa Tenggara, 10 ZOM akan mengalami awal musim kemarau pada Mei 2024 dasarian I-III.

- Di Sulawesi, 2 ZOM akan mengalami awal musim kemarau pada Mei 2024 dasarian II-III.

- Di Maluku dan Papua, 8 ZOM akan mengalami awal musim kemarau pada Mei 2024 dasarian I-III.

Selain itu, sebagian besar daerah diprediksi mengalami sifat hujan dengan intensitas normal.

"Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia, terutama bagian selatan, masih berada pada masa peralihan musim. Tetapi, tetap waspada terhadap perubahan cuaca signifikan dengan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya pada sore hingga menjelang malam hari," jelas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhan.

Selain itu, Andri menjelaskan bahwa musim kemarau sering kali terjadi karena pola cuaca yang kering dan panas, disebabkan oleh perubahan alami dalam sirkulasi udara atmosfer.

Secara geografis, Indonesia terletak di daerah tropis dengan pola musim yang dipengaruhi oleh angin muson.

"Selama musim kemarau, angin muson timur laut membawa udara kering dari daratan Australia ke wilayah Indonesia, menyebabkan penurunan curah hujan," katanya.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap beberapa bencana seperti kekeringan, krisis air bersih, dan kebakaran hutan yang sering terjadi saat memasuki musim kemarau.

"Masyarakat diminta untuk mempersiapkan rencana darurat menghadapi kemungkinan krisis air selama musim kemarau, termasuk penyediaan cadangan air minum dan peralatan penyaringan air. Hindari membuka lahan dengan membakar, terutama di daerah hutan yang bertanah gambut, karena rentan terbakar dan sulit untuk dipadamkan," tegasnya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018