Jumat, 14 Juni 2024


Guru Besar IPB University Hasilkan Kemasan Pangan Cerdas

28 Mei 2024, 10:13 WIBEditor : GESHA

Guru Besar IPB University, sebagai pionir dalam penelitian pangan dan keberlanjutan, telah mengambil langkah besar dengan memimpin revolusi kemasan pangan cerdas. | Sumber Foto:IPB University

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Guru Besar IPB University, sebagai pionir dalam penelitian pangan dan keberlanjutan, telah mengambil langkah besar dengan memimpin revolusi kemasan pangan cerdas. Dengan fokus pada pengembangan kemasan yang ramah lingkungan, inovatif, dan efisien, mereka tidak hanya menciptakan solusi untuk masa depan pangan yang lebih baik, tetapi juga membuka jalan bagi industri pangan global.

Plastik sintetik telah lama menjadi bahan kemasan yang dominan, namun dampaknya terhadap lingkungan semakin mengkhawatirkan. Tingkat daur ulang yang rendah dan degradasi yang lambat membuatnya menjadi penyumbang utama pencemaran. Namun, dalam tengah tantangan ini, Profesor Nugraha Edhi Suyatma dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University menawarkan solusi inovatif yang menjanjikan: pengembangan plastik berbasis biopolimer sebagai alternatif kemasan ramah lingkungan.

Dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Profesor Nugraha Edhi Suyatma memperkenalkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi masalah kemasan sekali pakai dengan memanfaatkan biopolimer. Pendekatan ini tidak hanya menjanjikan pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru dalam industri kemasan.

Dengan menambahkan NP-ZnO pada biopolimer, bukan hanya meningkatkan kekuatan mekanik dan barrier properties, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap kelembaban serta mengurangi permeabilitas uap air dan sinar UV. Tak hanya itu, fungsi antimikroba NP-ZnO membuka pintu untuk kemasan yang melindungi makanan dari kontaminan.

Keunggulan pemilihan NP-ZnO sebagai agen penguat nanobahan pada biopolimer menjadi semakin jelas. Dengan sifat biokompatibelnya, NP-ZnO tidak hanya aman dan tidak beracun untuk kontak dengan makanan, tetapi juga mudah didispersi, terjangkau secara ekonomis, dan memiliki ketahanan terhadap sinar UV yang optimal.

Tidak hanya sebagai penguat, NP-ZnO juga menunjukkan potensi luar biasa sebagai komponen kemasan cerdas dengan kemampuan mendeteksi senyawa penciri kerusakan pangan. Hal ini memberikan keunggulan tambahan yang tidak dimiliki oleh plastik sintetik.

Meskipun demikian, produksi nanopartikel ZnO masih belum mencapai skala massal, sehingga dukungan dari semua pihak sangatlah diperlukan. Terutama mengingat kemasan cerdas ini menjadi semakin penting dalam menghadapi krisis pangan, energi, pemanasan global, dan kerusakan lingkungan.

Oleh karena itu, regulasi dari pemerintah serta pendidikan kepada masyarakat perlu ditingkatkan agar produksi NP-ZnO dan penerapannya dalam kemasan cerdas dapat terealisasi lebih cepat.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018