Jumat, 14 Juni 2024


HA IPB Mendorong Peningkatan Strategi Percepatan Implementasi Bioetanol

31 Mei 2024, 07:46 WIBEditor : Gesha

Percepatan implementasi bioetanol sebagai salah satu energi terbarukan sangat diperlukan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Di Seminar Percepatan Penggunaan Bioetanol sebagai EBT dalam Rangka Ketahanan Energi Nasional di Jakarta pada Rabu (29/05), DPP Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) melalui badan otonom Alumni Bisnis Cendekia (ABC) bekerja sama dengan Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) turut mendorong percepatan penggunaan bioetanol.

Percepatan penggunaan bioetanol sebagai energi terbarukan sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain memiliki potensi besar, bioetanol juga ramah lingkungan.

Namun, untuk mencapai hal ini, diperlukan kebijakan yang komprehensif dan strategi yang tepat guna mengurangi emisi gas rumah kaca.

Hal ini menjadi fokus utama dalam Seminar Percepatan Penggunaan Bioetanol sebagai EBT dalam Rangka Ketahanan Energi Nasional di Jakarta.

Dida Gardera S.T., M.Sc, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mendorong implementasi bioetanol sebagai langkah untuk meningkatkan ketahanan energi.

Selain itu, penggunaan bioetanol juga dianggap memberikan manfaat positif melalui skema perdagangan karbon.

“Untuk itu perlu kebijakan atau strategi yang harus menjadi prioritas dalam intensifikasi guna meningkatkan produktivitas melalui riset dan teknologi,” ujar Dida.

Sekjen Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengakui  pembahasan tentang bioetanol sudah berlangsung lama namun implementasinya masih jauh dari target. Dia mendorong adanya pendekatan dan kebijakan baru yang lebih holistik untuk mempercepat pemanfaatan bioetanol.

Dadan menekankan bahwa bioenergi memiliki keunggulan dibandingkan dengan energi terbarukan lainnya seperti angin, surya, dan air, karena produksinya dapat dikontrol atau dikelola.

Sebagai contoh, bioetanol dari siklus produksi tebu.

Prof. Arif Satria dari IPB University juga sangat mendorong implementasi bioetanol dan pentingnya pemanfaatan bioenergi yang lebih ramah lingkungan.

Arif menyatakan, IPB University siap untuk berkolaborasi dengan semua pihak terkait guna mencapai target yang telah ditetapkan.

Dudi S Hendrawan, Wakil Ketua Umum DPP HA IPB dan Ketua ABC HA IPB, terus mendorong upaya dalam mengidentifikasi kebijakan dan regulasi pengembangan bioetanol di Indonesia.

Dia menjelaskan, kegiatan seminar diadakan untuk mengidentifikasi kondisi existing pemanfaatan bioetanol, menghadapi tantangan, dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk pengembangannya.

Jajaran ABC HA IPB akan menyusun rangkuman seminar dan rekomendasi kebijakan serta dokumen strategi untuk mempercepat penggunaan bioetanol sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan, sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional.

Seminar tersebut, yang diikuti oleh sekitar 250 peserta, didukung oleh PT Pertamina (Persero), Harita Group, Perkebunan Nusantara III (Holding), Sinergi Gula Nusantara (SGN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI).

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018