Kamis, 18 Juli 2024


Tips Efektif Kurangi Konsumsi Air di Perkebunan Sawit

08 Jul 2024, 16:20 WIBEditor : Gesha

Dengan teknik karbonisasi, sawit bisa efisien menyerap air | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi operasional, Guru Besar IPB University memberikan panduan praktis untuk mengurangi konsumsi air di perkebunan sawit.

Profesor Erliza Hambali dari IPB University memberikan wawasan tentang strategi untuk mengurangi penyerapan air yang berlebihan oleh tanaman kelapa sawit di sekitarnya, termasuk mengolah tandan kosong kelapa sawit melalui karbonisasi.

Dalam workshop berjudul "Hilirisasi Kelapa Sawit Menjadi Produk Oleopangan, Oleokimia, dan Biofuel: Peluang dan Tantangan," Prof. Erliza menyampaikan, salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit melalui proses karbonisasi.

Profesor Erliza Hambali menjelaskan bahwa tandan kosong kelapa sawit dapat diolah tanpa mencemari lingkungan dengan proses pembakaran. Hasilnya berupa arang yang kemudian dapat disebar di sekitar batang kelapa sawit untuk mempertahankan kelembaban tanah.

Tujuan dari penggunaan arang ini adalah untuk mengurangi penyerapan air oleh tanaman sawit. "Arang ini memiliki kemampuan untuk menahan air hingga sekitar 60 hingga 70 persen," sebutnya.

Selain mengatur kadar air, arang juga berperan penting dalam menyerap unsur hara dari pupuk yang diberikan di sekitar kelapa sawit. Mekanisme ini membantu tanaman mengelola kebutuhan airnya dengan lebih efisien.

"Tetapi, implementasi yang berhasil memerlukan penelitian mendalam yang biasanya dilakukan oleh institusi pendidikan tinggi," tegas Erliza.

Profesor Erliza juga menyoroti urgensi dalam meningkatkan nilai tambah dari pengolahan lanjutan kelapa sawit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, Indonesia telah berhasil menghasilkan 100 jenis produk dari pengolahan lanjutan kelapa sawit. 

"Ke depannya, harapannya adalah Indonesia dapat mengembangkan lebih dari 500 jenis produk," tambahnya. Karena itu, IPB University menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi di provinsi-provinsi penghasil kelapa sawit, untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018