Tuesday, 16 June 2026


Padi Biosalin Semarang, Menangkal Rob dengan Inovasi Pertanian Berkelanjutan

09 Jan 2025, 10:13 WIBEditor : Gesha

Padi biosalin Semarang menawarkan solusi cerdas untuk melawan rob dan perubahan iklim. Dengan inovasi pertanian berkelanjutan, lahan salin kini jadi sumber pangan dan energi yang ramah lingkungan.

Dampak Panjang

Pengembangan lahan salin dengan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) diharapkan akan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan, tidak hanya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan energi di Kota Semarang, tetapi juga berpotensi menjadi model percontohan bagi kawasan pesisir lainnya di Indonesia.

Inisiatif ini sejalan dengan visi keberlanjutan nasional dan akan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dampak positif yang dihasilkan dari pengembangan lahan salin ini dapat mencakup beberapa tujuan SDGs yang sangat relevan.

Pertama, SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dengan memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan melalui pengembangan lahan biosalin.

Kedua, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), melalui pemanfaatan biomassa untuk energi terbarukan, yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Ketiga, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dengan pengurangan jejak karbon melalui pertanian berkelanjutan dan penggunaan energi yang ramah lingkungan.

Terakhir, SDG 15 (Ekosistem Darat), yang terkait dengan perlindungan dan pemulihan ekosistem pesisir melalui pengelolaan lahan salin yang ramah lingkungan.

Dengan demikian, pengembangan lahan salin ini bukan hanya solusi lokal, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan dampak positif yang lebih luas, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta berkontribusi pada upaya global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018