Monday, 12 October 2026


IPB Hadirkan Teknologi AI Canggih Demi Selamatkan Produksi Indonesia

16 May 2025, 08:36 WIBEditor : Gesha

IPB University luncurkan teknologi AI revolusioner untuk bantu petani tingkatkan hasil panen, hadapi perubahan iklim, dan jaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis produksi.

TABLOIDSINARTANI.COM -- IPB University luncurkan teknologi AI revolusioner untuk bantu petani tingkatkan hasil panen, hadapi perubahan iklim, dan jaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis produksi.

Institut Pertanian Bogor (IPB University) kembali menunjukkan kepemimpinannya dalam riset dan inovasi pertanian dengan meluncurkan tiga terobosan teknologi terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) dan riset unggulan lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Tiga inovasi unggulan tersebut meliputi Komunitas Stasiun Cuaca Otomatis atau Automatic Weather Station Community (AWS-Community), varietas padi unggul IPB 12S, 13S, 14S, dan 15S, serta robot cerdas pendeteksi penyakit antraknosa pada tanaman cabai berbasis AI.

Seluruh inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan pertanian modern dan mendukung intensifikasi produksi pangan secara berkelanjutan.

"Inovasi ini adalah bukti nyata komitmen IPB University dalam menjawab tantangan pertanian modern melalui pendekatan ilmiah dan teknologi mutakhir," ujar Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi.

Inovasi AI di Lahan Cabai

Salah satu inovasi paling mencolok adalah robot pendeteksi penyakit cabai berbasis AI.

Teknologi ini dikembangkan untuk membantu petani mendeteksi penyakit antraknosa secara dini, yang selama ini menjadi momok dalam budidaya cabai.

Dengan deteksi cepat dan akurat, petani dapat mengambil langkah pengendalian sebelum serangan menyebar luas, sehingga meminimalkan kerugian dan menjaga kestabilan produksi.

"Cabai adalah komoditas strategis dan rentan terhadap inflasi. Maka dari itu, meningkatkan efisiensi produksi melalui teknologi sangat penting," ujar Rektor IPB University, Prof. Arif Satria.

Varietas Padi Super Produktif

Inovasi IPB tidak berhenti di bidang proteksi tanaman, IPB juga meluncurkan empat varietas padi unggul baru yakni IPB 12S, 13S, 14S, dan 15S.

Varietas ini dikembangkan dengan tujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas beras.

Hasil riset menunjukkan potensi panen mencapai 11,6 hingga 12 ton per hektar, jauh melampaui rata-rata nasional.

"Varietas ini juga telah dikembangkan di 26 provinsi dan memiliki kualitas rasa lebih pulen dan nilai jual tinggi," tambah Arif.

Salah satu varietas lainnya, IPB 9G, dirancang khusus untuk lahan kering (padi gogo), namun juga bisa digunakan di sawah.

IPB juga telah merilis varietas untuk lahan pasang surut dan tahan naungan, memperlihatkan fleksibilitas teknologi mereka untuk berbagai jenis lahan.

Stasiun Cuaca Pintar Berbasis Komunitas

Inovasi ketiga adalah AWS-Community, sebuah sistem pemantauan cuaca otomatis yang sudah dipasang di lebih dari 80 titik di seluruh Indonesia.

Dengan jangkauan data hingga 20 km, sistem ini memberi akses informasi cuaca yang akurat kepada petani.

Data ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan pertanian seperti waktu tanam, irigasi, dan panen.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, yang hadir dalam peluncuran inovasi ini, menyatakan dukungannya terhadap IPB dan menyumbangkan 10 unit AWS-Community serta beberapa robot AI untuk mendeteksi penyakit cabai. 

"AWS ini akan diintegrasikan dalam sistem kecerdasan buatan pertanian nasional. Output-nya adalah rekomendasi teknis: kapan tanam, berapa jumlah bibit, varietas yang cocok, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan)," terang Sudaryono.

Harus Sampai Ke Petani

Wamentan juga menekankan pentingnya hasil riset agar dikemas secara sederhana dan mudah dipahami oleh petani.

"Jangan sampai inovasi kalah dengan konten viral yang tidak berbasis data. Inovasi dari kampus harus sampai ke tangan petani," tegasnya.

Ia juga menyatakan kesiapan Kementerian Pertanian untuk membeli benih unggul hasil riset IPB guna memenuhi kebutuhan lahan pertanian nasional seluas 11 juta hektare tiap tahun.

Inovasi-inovasi ini menjadi langkah strategis dalam menyongsong era pertanian berbasis teknologi di tengah krisis pangan global dan perubahan iklim.

Peluncuran ini juga menjadi kelanjutan dari kolaborasi IPB University dan Wageningen University & Research (WUR), Belanda, dalam memperkuat riset dan teknologi pertanian.

"Kita butuh pertanian yang lebih presisi dan berbasis data. Terobosan seperti ini bukan hanya soal teknologi, tapi menyangkut masa depan ketahanan pangan bangsa," pungkas Sudaryono.

Dengan kombinasi antara AI, varietas unggul, dan sistem informasi cuaca yang terintegrasi, IPB University menunjukkan bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa lebih cerah, produktif, dan berkelanjutan.

Reporter : Nattasya
Sumber : IPB University
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018