Friday, 06 March 2026


Tak Perlu Pestisida Mahal, Cacing Lokal Ini Bisa Atasi Hama Keong Sawah

17 Nov 2025, 12:58 WIBEditor : Gesha

Tak perlu pestisida mahal! Cacing Platydemus manokwari, asli dari Manokwari, siap memangsa keong dan hama sawah lain, bikin panen petani lebih aman dan ramah lingkungan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari -- Tak perlu pestisida mahal! Cacing Platydemus manokwari, asli dari Manokwari, siap memangsa keong dan hama sawah lain, bikin panen petani lebih aman dan ramah lingkungan.

Kalau selama ini para petani masih bergantung pada pestisida mahal untuk mengusir hama tanaman, ada kabar baik dari Manokwari. Ternyata, solusi alami sudah ada di sekitar kita yaitu cacing lokal bernama Platydemus manokwari.

Cacing pipih ini bukan sekadar cacing biasa. Mereka doyan makan keong sawah, moluska, dan siput, yang selama ini jadi momok bagi petani buah dan sayur di Manokwari.

Yang bikin menarik, cacing ini asli Manokwari, jadi tak perlu repot-repot mendatangkan dari luar daerah atau negara lain.

Menurut Sita Ratnawati, mahasiswa Program Doktor Biologi UGM sekaligus dosen di Universitas Papua, cacing ini termasuk agensi hayati predator.

Artinya, mereka memangsa hama tanaman secara alami tanpa efek samping berbahaya seperti pestisida kimia. “Ini sangat potensial, karena biaya murah dan lebih aman bagi manusia,” ujar Sita.

Di beberapa negara, Platydemus manokwari sudah dikenal sebagai pengendali hama efektif. Namun di Indonesia, masih jarang dimanfaatkan.

Sayangnya, cacing ini juga pernah masuk daftar 100 spesies invasif oleh IUCN pada 2018, karena kalau populasinya terlalu banyak bisa memangsa hewan lain yang bukan targetnya. Jadi penelitian lebih lanjut sangat penting sebelum diterapkan skala luas.

Menariknya, meski jumlah cacing di Manokwari melimpah, moluska hama tetap ada. Ini menandakan cacing lokal ini masih bisa bersaing dan beradaptasi di alam tanpa mengganggu ekosistem terlalu drastis.

Jika penelitian membuktikan efektivitasnya, Platydemus manokwari bisa jadi solusi hemat bagi petani, mengurangi ketergantungan pada pestisida mahal sekaligus lebih ramah lingkungan.

Para petani lokal, baik Mama-mama Papua maupun petani transmigrasi, bisa memanfaatkan cacing ini langsung dari kebunnya.

Sementara itu, dinas pertanian diharapkan mendukung kajian lebih mendalam soal penggunaan cacing lokal sebagai pengendali hama.

Tidak perlu memperkenalkan spesies asing, cukup mengandalkan yang sudah ada di wilayah sendiri.

Tinggal tunggu dukungan riset dan regulasi yang tepat, cacing lokal ini bisa jadi pahlawan baru bagi pertanian Papua Barat.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018