Rabu, 14 Januari 2026


Garam Tunnel Donomulyo Bikin Kementan Kepincut

05 Jan 2026, 10:45 WIBEditor : Gesha

Garam tunnel Donomulyo mencuri perhatian Kementan. Di tengah hujan Malang Selatan, petani tetap produksi garam berkualitas, membuka harapan baru bagi kemandirian dan kesejahteraan garam rakyat.

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Garam tunnel Donomulyo mencuri perhatian Kementan. Di tengah hujan Malang Selatan, petani tetap produksi garam berkualitas, membuka harapan baru bagi kemandirian dan kesejahteraan garam rakyat.

Sistem produksi garam tunnel yang dikembangkan petani di Kecamatan Donomulyo kini sukses mencuri perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Inovasi sederhana tapi “nendang” ini dinilai jadi jawaban atas tantangan cuaca ekstrem yang selama ini membayangi produksi garam rakyat.

Perhatian itu terlihat saat Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI yang juga Komisaris ID FOOD, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., IPU., ASEAN Eng., turun langsung meninjau lokasi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Minggu (4/1/2026). Kunjungan tersebut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si., yang mewakili Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M.

Peninjauan lapangan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Tim Kementan menghimpun data menyeluruh, mulai dari proses produksi, kualitas hasil garam, hingga kondisi sosial ekonomi petani. Semua itu bakal jadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengembangan sektor pergaraman nasional.

Sekda Kabupaten Malang Budiar menegaskan, Donomulyo punya modal besar untuk tumbuh sebagai kawasan strategis. Tak hanya pertanian dan perikanan, wilayah ini juga menyimpan potensi pariwisata pesisir yang terus menggeliat. Di tengah curah hujan Malang Selatan yang relatif tinggi, inovasi garam tunnel hadir seperti payung besar di musim basah.

“Produksi garam dengan sistem tunnel sangat adaptif terhadap kondisi cuaca di Kabupaten Malang. Ini solusi konkret supaya petani tetap bisa berproduksi meski musim hujan datang,” ujar Budiar.

Teknologi garam tunnel sendiri mengandalkan rangka berbentuk terowongan yang dilapisi plastik UV. Di dalam “lorong bening” itulah air laut diuapkan dan dikristalkan menjadi garam.

Sistem ini membuat proses pengeringan lebih terkontrol, melindungi garam dari hujan, sekaligus menjaga kualitas hasil panen tetap stabil.

Tak hanya soal teknis produksi, kunjungan ini juga membuka peluang baru di sisi hilir.

Pemkab Malang berharap hasil peninjauan dapat dilaporkan langsung kepada Menteri Pertanian, sekaligus mendorong keterlibatan ID FOOD sebagai holding BUMN pangan untuk menyerap dan memasarkan garam rakyat.

“ID FOOD diharapkan bisa berperan dalam menyerap dan memasarkan produk garam lokal. Dengan begitu, petani punya kepastian pasar dan kesejahteraannya ikut terangkat,” kata Budiar.

Harapan pun mengendap di ladang-ladang garam Donomulyo. Perhatian dari pemerintah pusat ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat produksi garam rakyat, sekaligus menggerakkan ekonomi pesisir secara berkelanjutan.

Jika dukungan berlanjut, bukan tak mungkin Donomulyo kelak dikenal bukan hanya karena ombak Pantai Modangan, tapi juga kristal-kristal garam tunnel yang berkilau di balik terowongan plastik.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018