
BRMP Hortikultura bersama BMKG pasang Weather Station di Sembalun, NTB, untuk dukung pertanian cerdas iklim dan capai swasembada bawang putih nasional 2027.
TABLOIDSINARTANI.COM, Sembalun -- BRMP Hortikultura bersama BMKG pasang Weather Station di Sembalun, NTB, untuk dukung pertanian cerdas iklim dan capai swasembada bawang putih nasional 2027.
bawang putih nasional melalui implementasi pertanian cerdas iklim di Sentra Benih Bawang Putih Nasional, Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Upaya ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, ditandai dengan peresmian pemanfaatan Automatic Weather Station (AWS) serta penyerahan Peta Kesesuaian Agroklimat di lahan benih bawang putih Kelompok Tani Pusuk Pujata, Sembalun, Senin (19/1/2026).
BRMP Hortikultura menetapkan strategi pengembangan bawang putih melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi untuk mencapai target swasembada benih pada 2027. Ekstensifikasi fokus pada penambahan luas lahan tanam sesuai kesesuaian agroklimat dan karakteristik lahan, sementara intensifikasi bertujuan meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen dengan dukungan data cuaca dan iklim.
Pemasangan AWS di Sembalun memungkinkan pemanfaatan data cuaca real-time, mulai dari curah hujan, suhu, kelembapan, kecepatan angin, hingga penyinaran matahari. Data ini dipadukan dengan prediksi iklim jangka menengah hingga panjang, sehingga petani dapat menentukan waktu tanam dan panen optimal, memprediksi potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.
“BMKG melalui Stasiun Klimatologi NTB memasang AWS ini untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya swasembada bawang putih,” ujar Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab.
Selain AWS, BMKG menyerahkan Peta Kesesuaian Agroklimat sebagai rekomendasi wilayah potensial untuk budidaya bawang putih. Menurut Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, tujuh kecamatan di NTB telah diidentifikasi memiliki potensi lahan baru untuk pengembangan bawang putih, yang bisa menjadi dasar ekstensifikasi oleh Kementerian Pertanian.
Sementara itu, Kepala Pusat BRMP Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari, menilai kehadiran data cuaca dan iklim dari BMKG memberi kepercayaan diri dalam mengembangkan budidaya bawang putih, termasuk upaya tanam off-season.
“Dengan teknologi Weather Station ini, kami lebih optimis menanam bawang putih di luar musim, sekaligus memastikan benih bersertifikat dengan mutu terjamin,” ujar Inti.
Pemanfaatan AWS dan data agroklimat diharapkan menjadi dasar penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya bawang putih off-season, sekaligus wujud pertanian presisi modern, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.
Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah mencapai swasembada bawang putih nasional pada 2027, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi komoditas strategis nasional.