Monday, 16 March 2026


PUTS BRMP Maluku Bikin Petani Tahu Dosis Pupuk Tepat

21 Jan 2026, 10:55 WIBEditor : Gesha

BRMP Maluku luncurkan PUTS, alat uji tanah sederhana yang bantu petani hitung kebutuhan pupuk nitrogen secara tepat sesuai kondisi lahan, panen lebih optimal tanpa boros pupuk.

TABLOIDSINARTANI.COM, Ambon -- BRMP Maluku luncurkan PUTS, alat uji tanah sederhana yang bantu petani hitung kebutuhan pupuk nitrogen secara tepat sesuai kondisi lahan, panen lebih optimal tanpa boros pupuk.

Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menghadirkan inovasi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk membantu petani menentukan dosis pupuk yang tepat sesuai kondisi lahan.

Teknologi ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi pemborosan pupuk.

“PUTS merupakan alat sederhana untuk mengukur kandungan unsur hara tanah, khususnya nitrogen (N), sebagai dasar rekomendasi pemupukan per hektare,” jelas Kepala BRMP Maluku, Gunawan, Selasa (20/1/2026).

Alat ini bekerja dengan mengambil sampel tanah dari lahan, mencampurnya, lalu memasukkannya ke dalam wadah berisi cairan reagen.

Perubahan warna yang muncul kemudian menunjukkan kadar unsur hara tanah.

Dari situ, petani bisa mengetahui kebutuhan nitrogen di lahan mereka, misalnya 200 kilogram urea per hektare atau bahkan lebih dari 300 kilogram, tergantung kondisi tanah.

Saat ini, BRMP Maluku memiliki dua unit PUTS beserta dua refill, yang dianggap cukup untuk mendampingi petani dan penyuluh dalam mengecek kebutuhan pupuk di lapangan.

Namun, pihak BRMP membuka kemungkinan penambahan unit jika permintaan meningkat.

Selain menyediakan alat, BRMP Maluku rutin melakukan bimbingan teknis (bimtek) bagi penyuluh dan petani.

Langkah ini bagian dari pendampingan penerapan teknologi pertanian berbasis spesifik lokasi.

“Teknologi yang kami terapkan selalu berbasis kondisi lahan masing-masing wilayah agar benar-benar menjawab kebutuhan petani,” tambah Gunawan.

BRMP menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan).

Proses bantuan alsintan tetap melalui pengajuan kelompok tani atau gabungan kelompok tani (gapoktan) ke dinas kabupaten, diteruskan ke provinsi, lalu ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

BRMP akan mengawal penerapan alat hingga petani bisa memaksimalkan penggunaannya, mulai pengolahan lahan hingga pemupukan berimbang.

BRMP juga mendorong poktan dan gapoktan secara mandiri memiliki PUTS. Dengan begitu, pemantauan kesuburan tanah bisa lebih mudah dan dosis pupuk lebih efisien.

Inovasi PUTS di Maluku ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan daerah dengan pertanian yang lebih presisi dan ramah lingkungan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018