Saturday, 08 August 2026


Inovasi SMAI-TRON Polbangtan Kementan Curi Perhatian, Raih Juara Presenter Terbaik Nasional

30 Jul 2026, 14:45 WIBEditor : Gesha

Inovasi mesin penyemai benih otomatis SMAI-TRON karya mahasiswa Polbangtan Kementan mencuri perhatian dan meraih Juara 1 Presenter Terbaik pada ajang nasional Universitas Andalas.

TABLOIDSINARTANI.COM, Padang -- Inovasi mesin penyemai benih otomatis SMAI-TRON karya mahasiswa Polbangtan Kementan mencuri perhatian dan meraih Juara 1 Presenter Terbaik pada ajang nasional Universitas Andalas.

Inovasi mesin penyemai benih otomatis karya mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor berhasil mencuri perhatian dalam ajang nasional. Membawa teknologi SMAI-TRON (Smart Automatic Seeding Machine), tim mahasiswa Polbangtan Bogor sukses meraih Juara 1 Kategori Presenter Terbaik pada Final Lomba Inovasi Teknologi Pertanian dalam rangka Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Rabu (8/7).

Kompetisi bertema “Inovasi Teknologi untuk Hilirisasi Produk Pangan dan Pertanian Berkelanjutan” tersebut menjadi panggung bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menghadirkan gagasan dan teknologi pertanian yang mampu menjawab tantangan di sektor pertanian.

Tim Polbangtan Bogor menghadirkan SMAI-TRON, sebuah mesin penyemai benih otomatis berbasis Arduino Uno yang dirancang untuk membantu petani meningkatkan efisiensi proses persemaian. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas masih banyaknya proses penyemaian benih yang dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga kerja lebih besar.

SMAI-TRON dikembangkan dengan tujuan mempercepat proses persemaian, meningkatkan ketepatan penempatan benih, serta mendukung penerapan mekanisasi pertanian modern yang lebih efisien dan produktif.

Tim inovator Polbangtan Bogor terdiri dari Zidni Wilhan sebagai ketua, bersama dua anggota Anisa Al Atas dan Wilda Islamiyanti. Perjalanan mereka menuju podium juara tidak berlangsung singkat. Ide SMAI-TRON lahir dari pengamatan terhadap permasalahan di lapangan, kemudian dilanjutkan melalui tahapan studi literatur, perancangan konsep, pembuatan prototipe, pengujian alat, penyempurnaan teknologi, hingga persiapan presentasi ilmiah.

Pada babak final, tim SMAI-TRON harus mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri. Mereka memaparkan aspek teknis alat, manfaat bagi sektor pertanian, hingga peluang penerapan teknologi tersebut untuk mendukung kegiatan budidaya.

Setelah melalui proses penilaian, inovasi mahasiswa Polbangtan Bogor akhirnya dinobatkan sebagai Presenter Terbaik Nasional.

Ketua tim SMAI-TRON, Zidni Wilhan, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti kerja keras tim serta dukungan dari lingkungan kampus dalam mendorong mahasiswa menciptakan inovasi pertanian.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kerja sama tim, serta dukungan penuh dari dosen pembimbing dan Polbangtan Bogor. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian,” ujar Zidni.

Ia mengatakan, pengembangan SMAI-TRON masih akan terus dilakukan agar teknologi tersebut semakin optimal dan dapat diterapkan lebih luas.

“Kami ingin mengembangkan SMAI-TRON agar semakin siap digunakan dalam kegiatan persemaian pertanian. Harapannya, inovasi ini mampu membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani sekaligus mendukung modernisasi pertanian Indonesia,” tambahnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai keberhasilan mahasiswa dalam menciptakan inovasi pertanian menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian.

“Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya inovator-inovator muda yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan pertanian. Inovasi seperti SMAI-TRON menunjukkan mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menghasilkan teknologi yang mendukung efisiensi dan produktivitas pertanian,” ujar Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengapresiasi kreativitas mahasiswa Polbangtan Bogor dalam menghadirkan teknologi tepat guna.

Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi pertanian mampu mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan siap menjawab kebutuhan pembangunan pertanian.

“Mahasiswa Polbangtan memiliki kompetensi sekaligus kreativitas untuk menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi petani. Ini menjadi bukti pentingnya penguatan pendidikan vokasi dalam menciptakan SDM pertanian yang inovatif,” katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin juga menilai capaian tersebut menjadi gambaran keberhasilan pendidikan vokasi yang menggabungkan pembelajaran teori, praktik, dan inovasi.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menyampaikan apresiasi kepada tim mahasiswa dan dosen pembimbing yang berhasil membawa nama kampus di tingkat nasional.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polbangtan Bogor. Kami akan terus mendorong budaya riset, inovasi, dan kolaborasi agar mahasiswa mampu menghasilkan teknologi aplikatif yang memberikan kontribusi nyata bagi pertanian Indonesia,” ungkap Yoyon.

Keberhasilan SMAI-TRON dalam ajang nasional tersebut semakin memperkuat posisi Polbangtan Bogor sebagai lembaga pendidikan vokasi pertanian yang konsisten melahirkan inovator muda. Melalui pengembangan teknologi pertanian cerdas, mahasiswa didorong menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Reporter : wsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018