Jumat, 14 Desember 2018


Bioteknologi, Jembatan Penghubung Akuakultur dengan Industri

11 Okt 2018, 12:43 WIBEditor : GESHA

Ikan Nila Sultana, salah satu hasil bioteknologi akuakultur yang berhubungan langsung dengan dunia industri | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Akuakultur telah memainkan peranannya dalam memasok pangan global. Oleh karena itu untuk memenuhi permintaan produk perairan, akuakultur harus dikembangkan menuju industrialisasi melalui peranan bioteknologi. 

"Sains (termasuk bioteknologi) menjawab bagaimana kegiatan budidaya bisa terus berkelanjutan dengan kualitas yang lebih baik dan bisa memenuhi kebutuhan demand dari teman-teman di dunia industri," ungkap Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Luky Andrianto yang ditemui tabloidsinartani.com di Bogor, Kamis (11/10).

Lebih lanjut Luky menuturkan khusus untuk dunia akuakultur, bioteknologi bagaimana menghasilkan produk yang lebih baik, induk yang lebih sehat bahkan produktivitas yang lebih baik. 

Contohnya saja bagaimana tanaman herbal meningkatkan imunitas dari ikan dan udang, bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas lingkungan di wadah budidaya dengan menggunakan serangga sebagai bioindikator. "Atau misalnya dengan bioflok untuk meningkatkan kualitas perairan supaya ikan bisa tumbuh lebih cepat," tuturnya. 

Luky melihat peran strategis dari akuakultur untuk bisa menjadi bagian dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia di masa depan. Peranan strategis inilah yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk dunia sains. 

"Linking akuakultur ke industri sudah jelas, tapi untuk sains bagaimana supaya ikan yang tadinya tidak bisa dibudidayakan bisa dibudidayakan, karena kalau tangkap ikan di laut lama akan habis," bebernya.

Bioteknologi akuakultur tersebutlah yang kemudian telah terbukti secra efektif dan efisien memingkatkan produksi pangan, proses produksi dan kualitas produk.

Konferensi Internasional

Sebagai ilmu pengetahuan, bioteknologi juga menjadi kesempatan tak terbatas untuk bisa memperkuat industri.

Bahkan dalam waktu dekat, pengembangan bioteknologi akuakultur diharapkan akan berperan signifikan dalam pemenuhan pangan global dan mengatasi masalah ketahanan pangan dunia.

Mempersiapkan hal tersebut, Departemen Budidaya Perairan (BDP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor menggelar konferensi internasional bioteknologi akuakultur.

Peserta konferensi internasional ini berasal dari berbagai latar belakang yaitu perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, pengusaha dan stakeholder terkait industri akuakultur lainnya. 

Konferensi ini diharapkan mampu memfasilitasi diskusi, diseminasi, dan sosialisasi temuan baru dan hasil penelitian di akuakultur. 

Menariknya, konferensi ini menampilkan keynote speaker profesional di bidangnya. Mulai dari Thavasimuthu Citarasu (Manonmaniam Sundaranar University India), Prof Yuji Oshime (Kyushu University), Kartik Baruah (Swedish University of Agricultural Science), Habil Sonja Kleinertz (DAAD Fellow Faculty of Fisheries and Marine Science IPB).

Dalam konferensi ini dibahas juga kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan dan mempercepat pengembangan industri akuakultur. 

Reporter : Gesha
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018