Kamis, 15 November 2018


Uniknya Hasil Persilangan Sapi Belgian Blue

06 Nov 2018, 07:41 WIBEditor : Yulianto

Pedet hasil tranfer embiro sapi Belgian Blue yang berada di BET Cipelang | Sumber Foto:Yulianto

Persoalan utama dalam kelahiran masih melalui operasi caesar

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pengembangan sapi Belgian Blue (BB) di Indonesia menunjukkan titik terang. Bahkan hasil persilangan sapi asal Belgia dengan bangsa sapi lain menghasilkan pola yang unik dan beragam.

Kepala Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Oloan Parlindungan mengatakan,  pengembangan sapi BB di Indonesia melalui dua cara. Yakni, teknologi IB (inseminasi buatan) dan TE (transfer embrio)Teknologi TE dengan menggunakan embrio yang berasal dari Belgia,” katanya .

Bahkan hasil persilangan sapi BB dengan bangsa sapi lain sapi Simmental, Limousin, Angus, Brahman, PO (Peranakan Ongole), Aceh dan Madura menghasilkan pola warna yang unik dan beragam. 

Namun Oloan mengakui, kendala dalam proses kelahiran adalah belum bisa secara normal, sehingga harus melalui caesar. Karena itu pihaknya akan meningkatkan SDM untuk penanganan kelahiran dan perawatan sapi BB yang lahir.

BET Cipelang telah mengadakan bimbingan teknis dengan ahlinya langsung dari Belgia yakni Dr. Christian Hanzen. Sedangkan untuk penangan kelahiran melalui praktek operasi caesar dengan Dr. Raimund Scmitz.

“Ternyata dalam pemeriksaan kehamilan, kebiasaan di Belgia sudah menggunakan USG. Sedangkan kita masih manual dengan tangan, tapi hingga kini kebenarannya mencapai 75%,” ujarnya.

 

Produksi Embrio

Selain melakukan persilangan sapi BB dengan bangsa lainnya, Oloan mengungkapkan, pihaknya telah mencoba melakukan produksi embrio yang dihasilkan dari sapi Aceh dan semen beku BB untuk menghasilkan keturunan BB dengan komposisi darah 50%.  Dari hasil produksi embrio ini, telah lahir sapi keturunan BB yang lahir secara normal tanpa operasi caesar. 

BET Cipelang juga memproduksi embrio pada sapi keturunan BB betina dengan semen beku BB untuk menghasilkan keturunan BB dengan komposisi darah 75%.  Perkawinan antar sapi keturunan BB menghasilkan sapi dengan bobot lahir yang normal, sehingga dapat lahir secara normal tanpa operasi caesar. 

"Sapi-sapi hasil persilangan inilah yang kelak akan dikembangkan di Indonesia karena mampu lahir secara normal tanpa operasi caesar, namun memiliki pertumbuhan dan performans tubuh yang bagus,” katanya. *

 

 

 

 

 

 

Reporter : Yul
BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018