Jumat, 21 Juni 2019


Teknologi Pengolahan Bawang Merah Diminati UKM

07 Des 2018, 11:02 WIBEditor : Gesha

Pelaku UKM Jabodetabek tertarik untuk mengembangkan usaha olahan bawang merah setelah mengikuti pelatihan ini | Sumber Foto:HUMAS BBPASCAPANEN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Para  pelaku usaha skala kecil  dan menengah (UKM) di wilayah Jakarta, Bogor,  Depok,  Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) ternyata memiliki minat yang tinggi untuk menekuni pengolahan bawang merah.

Hal ini terlihat saat mereka mendapatkan ilmu tentang teknologi pengolahan bawang merah dari Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Kamis (6/12) melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Penelitian, Lina Marlina yang mewakili Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian. 

Bimtek tersebut merupakan kerjasama BB Pascapanen dengan Bogor Agro Science Techno Park (BASTP) yang dikelola oleh BBP2TP. 

Peserta bimtek berjumlah 50 orang yang merupakan pelaku UKM serta masyarakat umum yang sangat antusias mengikuti pelatihan tentang olahan bawang merah.

Bimtek ini bertujuan untuk membina para pelaku UKM dalam  menyiasati harga bawang merah yang fluktuatif melalui pengembangan produk bawang merah, sehingga dapat lebih bernilai tambah dan berdaya saing menghadapi persaingan pasar global.

Teknologi pengolahan bawang merah tersebut disampaikan oleh Sari Intan Kailaku dan Ermi Sukasih. Keduanya adalah peneliti BB-Pascapanen yang dibantu oleh 3 orang teknisi.

Pengolahan bawang merah yang diberikan kepada peserta terdiri dari 6 macam olahan meliputi olahan minyak bawang, bawang goreng, bawang utuh in brine,  bawang giling atau pasta, bawang iris inbrine dan bawang iris kering.

Salah seorang peserta dari Bogor,  Poppy Irmawati mengungkapkan sangat tertarik dengan teknologi yang diberikan dalam bimtek ini.

“Selain dapat pengetahuan baru mengenai produk turunan dari bawang, saya juga jadi tahu bagaimana mengolah bawang secara baik dan benar agar masa simpannya lebih lama,”ujarnya.

Poppy juga tertarik untuk bisa mengembangkan usaha olahan bawang merah setelah adanya pelatihan ini

Adapula   petani  dari   Jakarta   Selatan, Sirojudin, menuturkan bahwa pelatihan ini sangat membantu beliau dalam mengembangkan produk bawang tidak hanya dijual dalam bentuk segar yang selama ini sering fluktuatif harganya. 

“Dengan adanya pelatihan ini saya jadi tahu tentang  teknologi terbaru, bagaimana pengolahan pascapanen dari bawang. Setelah dari sini saya  akan  menyebarkan  informasi yang saya dapatkan ini kepada petani yang ada di wilayah Jakarta Selatan khususnya," tuturnya.

LM/SIK/ES

Reporter : Lina Marlina
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018