Kamis, 12 Desember 2019


Manfaatkan Limbah Kulit Buah Kakao untuk Pakan Ternak

23 Jan 2019, 14:48 WIBEditor : Yul

Pembuatan pakan dari limbah kulit buah kakao

TABLOIDSINARTANI.COM -- Pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak merupakan salah satu alternatif untuk pemenuhan kebutuhan pakan dan nutrisi bagi ternak. Limbah pertanian dan perkebunan mempunyai potensi yang besar sebagai sumber bahan pakan ternak ruminansia dicirikan dengan rendah kandungan protein tetapi juga tinggi kandungan serat.

Menurut Badan Litbang Pertanian, salah satu upaya agar pakan ternak selalu tersedia adalah dengan memanfaatkan limbah kulit buah kakao. Pemanfaatan limbah kulit buah kakao untuk pakan ternak dapat memperbaiki sanitasi kebun. Kebun menjadi bersih dari tumpukan limbah kulit buah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya hama penggerek buah dan penyakit busuk buah. Namun, perlu diperhatikan kulit buah yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak harus yang sehat dan bebas dari hama dan penyakit.

Hasil penelitian Badan Litbang Pertanian, proses pembuatan pakan dari limbah kulit buah kakao terdiri dari dua cara yaitu, cara pelayuan dan cara fermentasi. Cara pelayuan pertama yaitu cacah kulit buah diatas bantalan kayu dengan menggunakan parang yang tujuannya untuk mempercepat pelayuan. Untuk ukuran pakan sapi dapat dicacah menjadi dua bagian. Kedua, layukan kulit buah dengan cara dikering-anginkan selama kurang lebih 5-6 jam. Ketiga, setelah layu kulit dapat langsung diberikan hingga 3-4 hari kemudian.

Cara fermantasi membutuhkan beberapa bahan tambahan dan cara yang lebih panjang, namun dapat bertahan lebih lama. Untuk 100 kg buah dibutuhkan 2,5 kg urea, 2,5 kg probion dan 10 liter air. Pertama, layukan kulit buah selama 5-6 jam kemudian cacah dengan ukuran 1 x 5 cm. Kedua, campur urea dan probion di dalam baskom hingga merata.

Ketiga, siapkan tempat fermentasi yang tidak terkena percikan air atau hujan dengan dasar tempat yang agak miring untuk memudahkan mengalirnya limbah hasil fermentasi. Keempat, sebar kulit buah diatas terpal plastik ukuran 1x1,5 m sehingga menjadi lapisan dengan ketebalan 10-15 cm. Taburi lapisan tersebut dengan campuran urea dan probion secukupnya. Untuk bahan baku sebanyak 100 kg dapat dibuat menjadi 4 lapisan yang kemudian ditumpuk dan ditutup dengan terpal serta potongan kayu untuk menjaga tidak terbuka saat tertiup angin.

Kelima, pembalikan diperlukan untuk menurunkan suhu yang dilakukan pada hari ketiga, ketujuh, keduabelas dan ketujuhbelas. Proses fermentasi selesai dalam 21 hari. Keenam, hasil fermentasi kemudian disebar dengan ketebalan 10 cm diatas terpal dan dikeringanginkan selama 24 jam.

Hasil fermentasi harus disimpan pada tempat yang aman dan terjaga dari percikan air. Dengan penyimpanan yang baik, hasil fermentasi ini dapat bertahan hingga 6 bulan. Pemberian pakan perhari yang dianjurkan bagi sapi adalah sebesar 10 persen dari bobot tubuh.

Sedangkan porsi pakan tambahan dari kulit buah ini sebesar 40 persen dari total pakan. Pemberian pakan kulit buah kakao ini dapat juga dikombinasikan dengan leguminose yang ada seperti gamal, lamtoro, sentro, turi dan lain sebagainya.

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018