Selasa, 23 April 2019


Usaha Tani Kini Tak Sulit lagi, Berbagai Aplikasi Siap Membantu

18 Mar 2019, 19:25 WIBEditor : Gesha

Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Dedy Nursyamsi menuturkan usaha tani kini kian mudah dengan beragam aplikasi | Sumber Foto:JULIAN

Berbagai aplikasi teknologi pun kini telah diperkenalkan untuk membantu usaha tani, khususnya mempermudah petani.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Di era digitalisasi, berbagai kegiatan makin mudah, termasuk dengan usaha tani. Bahkan Kementerian Pertanian telah meluncurkan beberapa aplikasi untuk membantu petani.

Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan perkembangan teknologi kini luar biasa. Apalagi kini dengan era teknologi 4.0 banyak berpengaruh terhadap produksi barang dan jasa. Ciri-ciri tersebut terlihat dari masifnya penggunaan internet.

Dengan berkembangnya teknologi tersebut, Kementerian Pertanian pun tak boleh tertinggal. Berbagai aplikasi teknologi pun kini telah diperkenalkan untuk membantu usaha tani, khususnya mempermudah petani.

Misalnya, aplikasi Sipotandi. Aplikasi yang memanfaatkan citra satelit beresolusi tinggi itu bisa membaca standing crop tanaman padi. 

Dedi mencontohkan, di Jawa Barat luas lahan sawah ada lebih dari 1 juta ha. Dari areal itu akan terlihat dimana luas lahan yang akan panen dan tersebar dimana saja. Begitu juga tanaman padi yang baru tanam atau lahan yang belum ditanami (bera).

Dengan kondisi pertanaman itu bisa diketahui berapa banyak kebutuhan pupuk dan dimama saja. "Kita juga bisa ketahui nantinya berapa banyak produksi yang dihasilkan," katanya saat acara Bakpia (Bincang Asik Pertanian Indonesia) Mendorong Modernisasi dan Regenerasi Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0 di Bogor, Senin (18/3).

Begitu juga dengan aplikasi Katam (Kalender Tanam). Dengan aplikasi ini bisa dengan mudah diketahui waktu tanam, rekomendasi pupuk dan penggunaan varietas. "Rekomendasi itu bukan hanya sampai tingkat kabupaten, tapi hingga kecamatan dan desa," ujarnya.

Adapula aplikasi si Mantap yang kini dimanfaatkan PT. Jasindo perusahan yang mem-backup asuransi pertanian. Dengan aplikasi ini, pihak asuransi bisa mendeteksi resiko kekeringan dan banjir, bahkan organisme pengganggu tumbuhan.

"Aplikasi yang kita buat saat ini sudah dimanfaatkan banyak pihak. Selain Kementan sendiri, juga petani dan praktisi," kata Dedi.

Berbagai aplikasi ini menurut Dedi, juga mendorong generasi mudah untuk terjun ke dunia pertanian.

Indikatornya kini terlihat bagaimana minat pemuda masuk ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) makin banyak. Bahkan mahasiswa Fakultas Pertanian selama periode 2014-2018 naik hampir 64 persen.

Reporter : Julianto
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018