Selasa, 23 April 2019


Di Daerah ini, Waspadai Kemarau Datang Lebih Awal !

20 Mar 2019, 14:00 WIBEditor : Gesha

Waspadai kekeringan di wilayah ini | Sumber Foto:ISTIMEWA

BMKG memprediksi Puncak Musim Kemarau 2019 di Indonesia umumnya terjadi pada bulan Agustus 2019, sebanyak 231 Zona Musim (ZoM) atau sebesar 67,5 persen pada September sebanyak 14.6%.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung --- Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia tentu saja berdampak langsung pada pertanian. Di tahun 2019, beberapa daerah perlu mewaspadai kemarau yang datangnya lebih awal. 

"Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara dan yang rentan  Karhutla seperti Riau, Palembang, Jambi serta sebagian besar Kalimantan, " ungkap Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika, Dodo Gunawan pada FGD Prakiraan Iklim Musim Kemarau 2019 Antisipasi Dampak El Nino di Wilayah Jawa Barat.

FGD tersebut dilakukan oleh Subdit Iklim, Konservasi dan Lingkungan Hidup Direktorat Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

Dodo menambahkan daerah tersebut awal kemaraunya Maju/lebih awal serta periode Kemaraunya lebih Kering dari Normal dan rentan Kekeringan secara meteorologis.

Datangnya musim kemarau berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi angin Timuran (Monsun Australia). 

Peralihan peredaran angin monsun itu akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada Maret 2019, lalu wilayah Bali dan Jawa pada April 2019, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei 2019 dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Juni hingga Agustus 2019.

BMKG memprediksi Puncak Musim Kemarau 2019 di Indonesia umumnya terjadi pada bulan Agustus 2019,  sebanyak 231 Zona Musim (ZoM) atau sebesar 67,5 persen pada September sebanyak 14.6%.

Berdasarkan luasan ZoM, sifat Hujan Musim Kemarau 2019 sebagian besar wilayah di Indonesia diprakirakan Normal pada 214 ZoM (62,6 %), Dibawah Normal pada 82 ZoM (24,0 %), dan Diatas Normal sebanyak 46 ZoM (13,4 %).

"Saat ini sedang terjadi El Nino kategori “lemah”  dan Indian Ocean Dipole (IOD) berstatus netral yang diprediksi bertahan hingga pertengahan tahun 2019. El Nino lemah semakin menurun  peluangnya  50% pada Agustus menuju Netral," tutur Dodo.

Sehingga, prakiraan Awal Musim Kemarau 2019 umumnya akan terjadi pada bulan April, Mei, dan Juni sebanyak 274 ZoM (80.1%). 

Dan jika dibandingkan dengan rata-rata (1981-2010), analisis musim kemarau (AMK) 2019 di sebagian besar wilayah di Indonesia diprakirakan sama yaitu sebanyak 127 ZoM (37,1%), MUNDUR 128 ZoM (37.4 %) dan MAJU 87 ZoM (25.5 %). 

Imbauan disampaikan kepada Institusi terkait, Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat untuk waspada dan bersiap terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih.

 

Reporter : Nattasya/Dyah Susilokarti
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018