Kamis, 23 Mei 2019


Roadshow Gebyar Pelayanan Terpadu (PATEN) di Demfarm Karawang

29 Mar 2019, 06:52 WIBEditor : Gesha

Dalam roadshow PATEN di Denfarm Karawang, dipamerkan beragam teknologi aplikatif untuk petani | Sumber Foto:FAJAR

Demfarm ini dikembangkan pada kawasan padi seluas 1000 ha. Kawasan tersebut mencakup 5 desa, yaitu Desa Ciptamarga, Desa Medang Asem, Desa Jaya Makmur, Desa Jayakerta dan Desa Kampung Sawah.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang --- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan aneka teknologi pertanian aplikatifnya, semakin gencar mempromosikan diri melalui Gebyar Pelayanan Terpadu (PATEN). Kali ini mendatangi salah satu sentra pertanian andalan Indonesia, Karawang.

Roadshow PATEN ini berlokasi di pusat kegiatan Demfarm Pertanian Korporasi di Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. 

Kegiatan Ini merupakan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karawang dan Kementerian Pertanian. Gebyar Paten kali ini dihadiri oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Daerah Karawang, Tim Teknis Demfarm Kementerian Pertanian dan Tim Ahli Taiwan yang selama ini mendampingi petani dalam mengembangkan demfarm pertanian korporasi di Kecamatan Jayakerta.

Setelah membuka secara resmi kegiatan Paten tersebut, Bupati Karawang selanjutnya melihat langsung berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan oleh petani di Demfarm Pertanian Korporasi, diantaranya teknologi budidaya padi Jarwo Super, yang langsung diperagakan oleh petani Demfarm. 

Selain itu, ditampilkan juga berbagai produk hasil budidaya itik (telur asin, DOD, dan indukan itik), hasil budidaya padi berupa beras premium, produk bioindustri padi, dan berbagai alat dan mesin pertanian dari bantuan Kementerian Pertanian untuk pengembangan Demfarm tersebut.

Tim Teknis Demfarm Kementan yang diwakili Dr. Hermanto menyampaikan bahwa  pengembangan rancangan kegiatan Denfarm ini dimulai sejak 2018 melalui kerjasama antara Kementerian Pertanian, dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta dan Pemerintah Daerah Karawang.

Demfarm ini dikembangkan pada kawasan padi seluas 1000 ha. Kawasan tersebut mencakup 5 desa, yaitu Desa Ciptamarga, Desa Medang Asem, Desa Jaya Makmur, Desa Jayakerta dan Desa Kampung Sawah.

Di Desa Madeng Asem akan dikembangkan percontohan agribisnis hortikultura modern, sementara di Desa Kampung Sawah telah dikembangkan percontohan agribisnis itik modern sejak tahun 2018.

Kesemua usaha pertanian tersebut akan dikelola secara korporasi dengan menumbuhkembangkan berbagai usaha pertanian seperti usaha budidaya padi, usaha budidaya itik, usaha budidaya hortikultura, usaha beras premium, usaha pembibitan padi, usaha jasa pelayanan alsintan, usaha sarana produksi (pupuk organik, pakan, dan obat-obatan), serta usaha jasa keuangan.

Dengan pengelolaan secara korporasi pertanian modern yang dikembangkan di demfarm tersebut dapat memenuhi azas economies of scale karena terjadi konsolidasi usaha dan management yang dilakukan melalui penggabungan kekuatan para petani, yang membentuk suatu kelompok usaha bersama yang memiliki visi maju bersama.

Penggabungan kekuatan konsolidasi tersebut  akan menciptakan suatu sinergi produktivitas untuk bisa bersaing dalam pasar modern dan global.

Melalui korporasi, petani juga mendapatkan banyak kemudahan dalam memperoleh sarana produksi, dukungan pembiayaan, serta pemasaran hasil produk-produk pertanian dengan harga yang lebih menguntungkan, yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Dalam Kesempatan tersebut, diserahkan juga Produk Hasil dari Bioindustri Padi yaitu Beras Silika Sekar Wangi oleh Dr. Hermanto dan Sandal Ramah Lingkungan yang terbuat dari karet alam dengan filler nano-biosilika.

Beras tersebut diserahkan oleh Peneliti Biosilika sekaligus penanggung jawab kegiatan Demfarm Kabupaten Karawang, Hoerudin Ph.D.

Reporter : Fajar/BB Pascapanen
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018