Jumat, 21 Juni 2019


Raja LAK Galuh Pakuan : Mari Bangkitkan Emas Hijau di Tanah Pasundan

13 Apr 2019, 09:36 WIBEditor : Gesha

Raja LAK Galuh Pakuan (Kiri) dan Reporter tabloidsinartani.com (kanan) di kediamannya di Subang, Jawa Barat. | Sumber Foto:MUKHLIS

Di Subang sudah ada empat desa di Kecamatan Cijambe yang akan menjadi sentra rempah-rempah. Empat 4 desa tersebut adalah Cikadu, Cirangkong, Bantarsari dan Desa Cibalandong Jaya

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang --- Mengenang sejarah kejayaan kerajaan Galuh Pakuan! Rempah-rempah (Emas Hijau) di Tanah Pasundan telah menjadi sumber kakayaan yang mendunia. Ketika itu, lada, cengkeh dan  pala Jawa Barat menjadi incaran bangsa-bangsa Eropa. Namun sekarang bagaimana?

Komoditi itu nyaris tinggal kenangan, nama besarnya hampir pupus ditelah zaman. Populasi tanaman pala yang menjadi primadona,  kini menyusut drastis.

Melihat kondisi itu, Raja Lembaga Adat Keratwan (LAK) Galuh Pakuan,  Rahyang Mandalajati Evi Silviadi di kediamannya di Subang, kemarin Jum’at (12/04) bertekad untuk membangkitkan kejayaan rempah-rempah ditanah Pasundan. 

Kang Raja, begitu panggilan akrabnya menegaskan upaya kebangkitan itu di mulai dari Kaupaten Subang Jawa Barat.

Seperti sebuah sinergi yang harmonis, tekad masyarakat Subang ini beberapa waktu lalu dijawab langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dengan mamberikan bantuan benih rempah-rempah pada saat kunjungan kerjanya pada tanggal 27 Maret 2019 lalu. 

Bagi Raja Galuh, bantuan yang diberikan ini akan menjadi stimulant dan motivasi bagi petani Subang untuk mempercepat  kebangkitan rempah-rempah. Kabupaten Subang sudah menyiapkan kawasan untuk pengembangan komoditi ini. 

Menurutnya sudah ada empat desa di Kecamatan Cijambe yang akan menjadi sentra rempah-rempah.

Empat 4 desa tersebut adalah Cikadu, Cirangkong, Bantarsari dan Desa Cibalandong Jaya. Ada tiga komoditi yang saat ini sedang dikembangkan, yakni pala, lada dan serai wangi. 

Dia yakin, potensi agribisnis rempah-rempah ini sangat besar jika dikaitkan dengan keberadaan pelabuhan laut Patimban yang akan melayani 130 negara. 

“Dari pelabuhan ini rempah-rempah Subang akan bisa langsung dijual ke Negara-negara Eropa” ujar raja yang kesehariannya sangat sederhana itu. 

Memang kadang-kadang bisnis komoditi pertanian kadang mentok ketika menerobos pasar. Namun hal itu sudah diantisipasi oleh Kang Raja. Karena sampai saat ini LAK Galuh Pakuan sudah menjalin kesepakatan budaya dan perdagangan dengan 7 negara Eropa, diantaranya Prancis, Belgia, Jerman dan Belanda.

Bahkan, beberapa waktu lalu telah menjalin kerjasama perdagangan rempah-rempah dengan pengusaha Singapura dan Malaysia. 

Teknologi Siap

Untuk mendukung tercapainya kawasan rempah-rempah di Subang, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, Dr. Wiratno menegaskan bahwa balainya telah menyiapkan seluruh paket teknologi untuk tiga komoditi tersebut.

Paket teknologi itu mulai dari pengenalan varietas unggul, sistem budidaya hingga pasca panen dan pengolahan. 

“Kami juga menyiapkan tenaga pendamping teknologi di lapangan dan kegiatan Bimbingan Teknologi (Bimtek)” ujar Wiratno menambahkan. 

Semoga rempah-rempah Pasundan kembali Berjaya, aamiiin. 

Reporter : Mukhlis
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018