Selasa, 23 April 2019


Tata Ruang Kawasan Rempah Perlu Ditetapkan

13 Apr 2019, 12:04 WIBEditor : Gesha

Dengan adanya bimtek lada, masyarakat bisa lebih berdaya saing dengan rempah rempah | Sumber Foto:Mukhlis

Dengan adanya reforma agraria ini diharapkan tanah-tanah yang Hak Guna Usaha (HGU) nya telah habis bisa dibagikan kepada petani.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang --- Pemerintah Kabupaten Subang Jawa Barat saat ini diharapkan segera menetapkan tata ruang lahan pertanian, khususnya untuk kawasan rempah. Kebijakan  ini perlu diwujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). 

Perda ini dirancang untuk mensinergiskan antara kebijakan pemerintah daerah dengan pemerintah Pusat.

“Saat ini pemerintah daerah diharapkan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang Tim Reforma Agraria” ujar Raja Lembaga Adat Keratwan (LAK) Galuh Pakuan,  Rahyang Mandalajati Evi Silviadi ketika acara pembukaan Bimbingan Teknologi (Bimtek) Perbenihan dan Budidaya Tanaman Lada, di Desa Cirangkong, Sabtu (13/04).

Dengan adanya reforma agraria ini diharapkan tanah-tanah yang Hak Guna Usaha (HGU) nya telah habis bisa dibagikan kepada petani. 

Namun, pola pembagian ini tidak boleh sembarangan, karena dikhawatirkan, bila tidak ada Perda yang mengaturnya kemungkinan besar lahan-lahan ini akan berpindah tangan atau dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar, bukan petani.

Untuk itu penegakan Perda itu nantinya harus tegas dan jelas tujuannya. Dengan kepemilikan lahan-lahan ini, petani-petani akan merasa nyaman dan aman dalam mengembangkan pertanian di Subang.

Apalagi langkah ini diperkuat dengan penetapan kawasan rempah-rempah Kabupaten Subang. 

Bimtek

Sedangkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah rempah bimbingan teknis (Bimtek) yang dilakukan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) sangat diharapkan.

"Balittro hadir dengan Bimtek ini adalah upaya untuk mengakselerasi terbentuknya kawasan rempah di kabupaten Subang. Petani tidak perlu repot-repot datang ke Balittro Bogor, tapi balai ini yang mendatangi petani," tutur Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dr. Wiratno.

Bimtek kali ini diperkirakan dihadiri oleh petani tidak kurang dari 100 orang dari empat desa kawasan rempah-rempah Subang.  Ketika membuka acara ini, Wiratno merasa gembira dengan antusiasnya petani mengikuti pelatihan. 

“Ciri khas desa yang maju itu bisa dilihat dari antusiasnya kehadiran petani di setiap pelatihan yang diberikan. Saya yakin daerah ini akan tumbuh menjadi sentra rempah lebih cepat," tutur Wiratno

Tanaman rempah-rempah memang selama ini dipercaya mampu menjadi sumber utama penghasilan keluarga.

“Saya melihat sendiri petani-petani lada di Bangka yang memiliki penghasilan yang sangat besar. Jangan kaget kalau kita lihat mereka bawa duit itu pakai kantong kresek, begitu banyaknya untung yang mereka dapatkan” ujar Wiratno menambahkan. 

Bimtek lada hari ini disampaikan langsung oleh Peneliti Balittro, Dra. Endang Hadipoenyanti. Materi yang disampaikan soal pengenalan varietas tanaman lada dan perbenihan tanaman lada. 

Sedangkan soal teknik budidaya lada langsung disampaikan oleh Ir. Agus Ruhnayat.

Menurut Agus, untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang (BPB) sulur lada dapat disambung dengan lada liar (Piper Colubrinum) atau nama daerahnya melada yang tahan BPB dan tergenang. 

 

 

Reporter : Mukhlis
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018