Sabtu, 24 Agustus 2019


Begini Cara Unik BPTP Banten Edukasi Kewaspadaan Petani terhadap OPT

06 Agu 2019, 16:30 WIBEditor : Gesha

Dengan bermain peran mengenai perlindungan tanaman, diharapkan petani mampu mengingat dan mengaplikasikannya | Sumber Foto:BPTP BANTEN

TABLOIDSINARTANI.COM, Lebak --- BPTP Banten bersama BI Perwakilan Banten tahun ini menjalin kerjasama Program Peningkatan Produksi Padi melalui kegiatan pendampingan kelompok tani di Desa Tambakbaya, Kec. Cibadak Kab. Lebak pada lahan seluas 10 ha. Kerjasama ini dilakukan dengan cara yang lebih menarik, salah satunya dengan bermain peran.

"Kita lakukan pertemuan dengan petani, dan dibahas tuntas tentang pengenalan hama dan penyakit tanaman padi dan teknik pengendaliannya, teknik monitoring hama dan penyakit, dan penggunaan pestisida secara bijaksana," tutur peneliti BPTP Banten, Sri Kurniawati.

Setelah menjelaskan dengan cukup gamblang tentang jenis hama dan penyakit pada tanaman padi disertai dengan contoh hama yang berhasil diperoleh (ditangkap red) di lokasi, pemateri mengajak para peserta "Bermain Peran".

Bila pada umumnya petani mengikuti pelatihan dengan duduk manis dan memperhatikan penjelasan pemateri di sepanjang acara, kali ini petani diminta untuk mengikuti dinamika kelompok "Bermain Peran" dengan tema "Kebersamaan".

Dengan 25 orang petani anggota Gapoktan Sukabungah juga dimeriahkan dengan kehadiran mahasiswa KKM Untirta sebanyak 14 orang, suasana pun berubah menjadi dinamis dan menyenangkan.

Pada sesi I, satu orang berperan sebagai petani dan 3 orang lainnya berperan sebagai populasi hama. Dalam peran tersebut, petani diharuskan menjaga tanamannya yang terdiri dari 3 blok tanaman yang diilustrasikan dengan 3 buah kursi (blok/petak tanaman) yang diisi beberapa gelas air mineral (tanaman).

Pada saat yang bersamaan, yang berperan sebagai hama akan mengambil air mineral dan yang berperan sebagai petani akan menghalau hama tersebut sehingga tidak bisa mengambil gelas air mineral. 

Pada sesi pertama, air mineral yang berhasil diambil sebanyak 11 gelas. Pada sesi kedua yang berperan sebagai petani ditambah menjadi 3 orang dan yang berperan sebagai hama tetap berjumlah 3 orang. Aturan main sama dengan yang dilakukan dengan sesi I dan hasilnya, air mineral yang berhasil diambil adalah 4 gelas.

Pesan yang dapat diambil dari permainan tersebut adalah dalam menyelamatkan produksi dari gangguan hama dan penyakit perlu kebersamaan dan kekompakan antar petani.

Penyelamatan produksi akan lebih baik jika dilakukan monitoring dan pengendalian secara bersama-sama, tidak mengandalkan 1 atau 2 orang saja baik itu ketua kelompok maupun petugas pengamat hama.

"Bermain peran tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan motivasi petani dalam kebersamaan untuk melakukan monitoring dan pengendalian OPT" terang Sri Kurniawati usai acara berlangsung.

Di sepanjang acara, para peserta pembelajaran tampak antusias mengikuti semua tahapan kegiatan. "Pendampingan ini sangat baik karena kegiatan seperti ini (usahatani padi red) membutuhkan narasumber yang berkompeten dan itu adalah BPTP Banten karena terkait teknologi, dan penerima kegiatan lebih antusias dalam menerimanya, BPTP tidak hanya memberikan teori tapi selalu diiringi praktek seperti tadi, juga misalnya pada saat belajar perbenihan, BPTP mengajarkan sampai dengan pengemasan benih," urai Ketua Gapoktan Sukabungah, Ruhiana.

Karenanya, kegiatan tersebut diharapkan mampu membekas di ingatan petani. " Sehingga pada akhirnya akan menjadi suatu kebiasaan yang baik dalam usahatani padi dalam rangka terwujudnya peningkatan produksi dan produktivitas," ucap Rukmini, Kasie KSPP BPTP Banten

Reporter : Kontributor
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018