Sabtu, 14 Desember 2019


Nanoteknologi untuk Pertanian Masa Depan

13 Agu 2019, 12:40 WIBEditor : Gesha

Beragam nanoteknologi sudah dikembangkan Balitbangtan untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian | Sumber Foto:TIARA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Dunia sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Karena itu perlu dicari terobosan baru untuk mewujudkan visi Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045. Salah satu teknologi masa depan yang dianggap mampu menjawab berbagai permasalahan dan tantangan di bidang pembangunan pertanian yaitu nanoteknologi.

Nanoteknologi diyakini dapat menjadi salah satu terobosan solusi pembangunan pangan dan pertanian ke depan. Namun pengembangan nanoteknologi untuk pangan pertanian dihadapkan pada sejumlah tantangan, diantaranya masalisasi produk yang ekonomis secara komersial, keamanan produk, kejelasan regulasi, dan penerimaan konsumen.

Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus mempercepat pengembangan nanoteknologi, diperlukan kerjasama yang sinergis antar berbagai pihak seperti lembaga riset, perguruan tinggi, swasta, masyarakat serta stakeholders lainnya, baik dalam negeri maupun internasional.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian menyelenggarakan Workshop on Recent Advances and Future Perspective in Nanotechnology for Food And Agriculture di Kampus Penelitian Cimanggu, Bogor, Selasa (13/8).

Workshop tersebut dihadiri sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan Balitbangtan, Direktorat Jenderal teknis lingkup Kementan, perguruan tinggi, Lembaga Penelitian Non Kementerian, Industri, dan organisasi profesi. Workshop yang dibuka oleh Sekretaris Balitbangtan, Prama Yufdi ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan ke-74 RI serta 45 tahun Balitbangtan.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Prayudi Syamsuri berharap worksop ini mampu meningkatan pemahaman dan pengetahuan serta berbagi pengalaman dalam pengembangan nanoteknologi untuk pangan dan pertanian serta IPTEK dan teknologi terkait lainnya; memperkenalkan hasil-hasil penelitian yang telah dihasilkan serta potensi pengembangannya ke depan.

"Kami juga berharap pula workshop ini menghasilkan sinergi antara lembaga penelitian dalam pengembangan nanoteknologi khususnya bidang pangan dan pertanian. Selanjutnya sinergi penelitian dengan perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional seperti Ghent University, juga sinergi dalam peningkatan kapasitas SDM di bidang nanoteknologi khususnya," pungkasnya.

Workshop tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan iptek sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangan nanoteknologi untuk pangan dan pertanian; mempromosikan hasil-hasil riset nanoteknologi untuk pangan dan pertanian serta potensi pengembangannya ke depan.

Termasuk membangun/mengembangkan jejaring kerja sama litbang dan penerapan nanoteknologi untuk pangan dan pertanian yang melibatkan pihak-pihak terkait di dalam dan luar negeri; serta memberikan masukan terhadap roadmap litbang nanoteknologi yang selanjutnya dapat menjadi bahan dalam penyusunan RPJMN pangan dan pertanian 2020 - 2024. 

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018