Friday, 18 June 2021


Particleboard Dari Batang Sawit

06 Feb 2015, 21:55 WIBEditor : Kontributor

Batang sawit hasil peremajaan di perkebunan sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku particleboard tanpa perekat dan papan kompres (dipadatkan).

Temuan itu diperoleh dalam satu studi yang dilakukan oleh satu tim ilmuwan dari Universiti Sains Malaysia dan Universitas Tokyo. Pohon sawit diremajakan setiap 25-39 tahun untuk mempertahankan tingkat produksi minyak sawit perkebunan. Biomassa hasil peremajaan perkebunan sawit selama ini belum termanfaatkan dengan baik.

Particleboard tanpa perekat (binderless particleboard) yang dikembangkan itu merupakan particleboard yang merekat sendiri dalam proses pembuatannya tanpa menambahkan bahan lem. Perbuatannya sederhana, yakni dengan pengepresan panas (hot pressing) pada suhu dan tekanan yang sesuai. Ongkos pembuatan lebih rendah dan produk lebih ramah lingkungan karena tidak mempergunakan bahan perekat sintesis. Pada skala laboratorium, sifat fisik maksimum particleboard tanpa perekat dicapai dalam pengepresan pada suhu 200oC.

Papan press merupakan papan yang dipadatkan dengan pengepresan panas bahan baku. Pada skala laboratorium, pengepresan didahului proses penguapan yang dilakukan dalam ruang tertutup pada suhu 130oC sehingga sifat fisik dan stabilitas dimensional papan press lebih baik.

Batang kelapa sawit selain terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin sebagaimana kayu pada umumnya, juga mengandung jenis-jenis gula dan pati dalam getah maupun jaringan parensimnya. Jika particleboard tanpa perekat dibuat dengan gula-gula monomerk dan dimerik yang diekstraksi dari batang sawit, maka mutunya akan lebih rendah dibanding papan yang dibuat tanpa penambahan bahan ekstraksi. Namun, penambahan glukosa dan sukrosa dapat meningkatkan mutu papan yang dihasilkan.

Diakui bahwa particleboard tanpa perekat dari batang sawit mudah menyerap air. Oleh sebab itu penggunaannya lebih baik diarahkan untuk kegunaan dalam ruangan, yakni pada furniture dan penyempurnaan dalam ruangan (interior finsihing). JIRCAS/Ols

 

Marinasi Daging Ayam dengan Kecap

Marinasi daging ayam menggunakan kecap dapat meningkatkan kelembutan daging dada ayam guling, menurut hasil riset di Universitas Konkuk, Korea Selatan.

Riset itu dilakukan untuk mengevaluasi efek kecap terhadap sifat fisikokimia dan tekstur daging dada ayam guling. Peneliti menyatakan efek yang timbul dari marinasi menggunakan kecap lebih disebabkan oleh kandungan garam katimbang perubahan pH.

Pada penelitian itu dada ayam dilakukan pembandingan hasil marinasi dengan air destilasi, larutan natrium chlorida 4,0%, larutan asam laktat pH 4,9% dan kecap (kadar garam 4,0% pH 4,9). Semua daging dada ayam diguling-gulingkan dalam ruang vakum suhu 3oC selama 60 menit.

Potongan dada ayam yang dimarinasi dengan larutan kecap menunjukkan kecerahan yang lebih rendah, tingkat kemerahan dan kekuningan yang lebih tinggi sebagai efek dari warna kecap.

Marinade yang bersifat asam menurunkan nilai pH dada ayam guling. Juga meningkatkan kelarutan kolagen dibanding marinasi dengan larutan natrium klorida 4,0% dan menurunkan daya gunting daging.

Hasil penelitian itu menunjukkan kapasitas menahan air, hasil marinasi dan pemasakan serta kelarutan protein myofibrillar dipengaruhi terutama oleh kehadiran garam dalam marinade katimbang oleh perubahan pH. TPS/Ols

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018