Monday, 30 November 2020


Prospek Tanaman Transgenik Buatan Indonesia

03 Sep 2013, 13:01 WIBEditor : Ahmad Soim

 

Oleh: Dr. Bambang Purwantara

Tanaman tebu tahan kering transgenik buatan Indonesia tengah dikembangkan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI bekerjasama dengan Universitas Jember. Tanaman penghasil pemanis pangan dan minuman itu diharapkan merupakan tanaman transgenik pertama di Indonesia yang diharapkan bisa dikembangkan massal pada tahun ini atau awal tahun depan.

Tim Teknis Lingkungan dan Tim Teknis Keamanan Pangan Komisi Keamanan Hayati telah merekomendasikan tebu transgenik itu. Tahun ini juga diharapkan muncul rekomendasi Tim Teknis Keamanan Pakan dari Komisi Keamanan Hayati.

 Indonesia memerlukan teknologi transgenik untuk menghasilkan benih tebu tahan kering yang bisa dibudidayakan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Indonesia juga banyak memerlukan benih tanaman pangan seperti padi, jagung dan lainnya yang tahan banjir/rendaman. Diharapkan tanaman hasil rekayasa genetika itu juga lebih tahan terhadap hama penyakit, sehingga produktivitasnya bisa meningkat. Teknologi ini diperlukan Indonesia untuk mensiasati perubahan iklim global dalam menghasilkan kecukupan pangan di dalam negeri.

Saat ini yang mengembangkan produk transgenik adalah perusahaan multinasional seperti Monsanto, Dupont, Syngenta dan Bayer. Diperlukan investasi yang besar untuk mengembangkan tanaman transgenik dengan kemungkinan resiko gagal. Perusahaan-perusahaan di Indonesia belum ada yang jadi pengembang tanaman transgenik, melainkan hanya untuk perbanyakan. Sehingga untuk produk transgenik seolah-olah menjadi monopoli multinasional.

Ada beberapa keunggulannya tanaman transgenik. Pertama adalah kemampuannya mengatasi penyakit, misalnya tahan hama penggerek batang. Bilamana hama atau serangga memakan tanaman ini maka serangga/hama itu akan mati. Kedua, tanaman transgenik tahan herbisida. Dengan teknologi transgenik mereka berhasil mengembangkan herbisida yang hanya mematikan rumput sementara tanaman utamanya tidak mati. Sehingga biaya tenaga kerja turun dan tidak lagi perlu biaya untuk membalikkan lahan.

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 081317575066).

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018