Minggu, 08 Desember 2019


Fosfat Alam Optimalkan Lahan Kering Masam

05 Apr 2016, 16:45 WIBEditor : Kontributor

Dalam rangkaian Temu Lapang diadakan juga panen jagung yang dipimpinan oleh Sekretaris Balitbangtan yang diwakili oleh Kepala BPTP Lampung (Tengah).

Ada sekitar 68% dari total luas lahan pertanian yang luasnya 148 juta ha tergolong lahan masam dan banyak ditemukan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mangatasi masalah di lahan kering masam ini adalah fosfat alam (Rock Phosphate).

Ketika mewakili, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada saat pembukaan Temu Lapang dan Sosialisasi Penggunaan Reaktif  Phosphate Rock untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung pada Lahan Kering Masam, KP Taman Bogor, Lampung Timur,  Dr.Arifin Riva’i, Kepala BPTP Lampung menjelaskan bahwa batuan fosfat ini bisa mengoptimalkan lahan kering masam. 

Badan Litbang Pertanian memiliki 118 Kebun Percobaan yang beragam dalam hal jenis tanah, luasan, ekosistem dan kegunaannya. Kebun-kebun percobaan tersebut tersebar di Indonesia dengan beragam kondisi agroklimat. Salah satunya adalah KP Taman Bogo dengan tipikal lahan kering masam.

KP Taman Bogo selalu dijadikan tempat percobaan untuk pengujian varietas, pupuk dan berbagai teknologi yang khusus direkomendasikan untuk lahan kering masam. Selain itu digunakan juga untuk uji efikasi, uji efektifitas dan uji galur/varietas benih-benih baru baik lingkup Balitbangtan maupun lembaga lain seperti LIPI, BATAN, dan BPP.

Dia menjelaskan, salah satu teknologi pengelolaan lahan kering masam adalah dengan penggunaan rock phosphate secara langsung. Penggunaan kombinasi rock phosphate dengan bahan organik dapat meningkatkan produktivitas lahan kering masam, serta meningkatkan pendapatan petani karena penggunaan RP secara langsung akan jauh lebih murah dibandingkan menggunakan pupuk P dari SP-36 atau TSP. Selain itu residu penggunaan RP bisa bertahan hingga 4-5 musim tanam.

Kegiatan kerjasama Balitbangtan dengan OCP S.A. telah berlangsung sejak tahun 2013 dan saat ini sudah memasuki musim tanam ke 6. kita melakukan kerjasama dengan pihak OCP S.A dalam mendukung kegiatan UPSUS Swasembada Pangan.

“kita mendapatkan 200 ton Rock Phosphate untuk diaplikasikan di 2 lokasi masing-masing 100 Ha yang akan dilaksanakan di Lampung dan Sumatera Selatan. Sebanyak 100 ton RP akan dimanfaatkan untuk pertanaman jagung atau kedelai di lahan kering masam berlokasi di Agro Science Park dan lahan petani di Lampung yang dapat dimanfaatkan untuk luasan 100 Ha selama 4-5 musim tanam. Demikian juga untuk lokasi di Sumatera Selatan” ujarnya. Lis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018