Monday, 30 November 2020


Bagaimana Menghemat Biaya Pakan Ternak Unggas

22 Jan 2014, 12:22 WIBEditor : Kontributor

Ongkos produksi industri peternakan unggas dunia dalam beberapa tahun terakhir meningkat, mencapai rekor tertinggi pada tahun 2012. Penyumbang terbesar kenaikan adalah komponen harga pakan. Sehingga untuk tetap survive, industri peternakan perlu memasang strategi penghematan biaya pakan.

Peter van Horne, analis ekonomi peternakan unggas Universitas Riset Wageningen, Belanda dalam satu tulisan di majalah “World Poultry” menggambarkan bahwa secara global, pangsa biaya pakan dalam keseluruhan ongkos produksi peternakan unggas belakangan ini mencatat kenaikan tajam. Pada tahun 2012 sudah mencapai 70% dibanding 65% pada tahun 2010.

Menghadapi masalah biaya produksi yang semakin tinggi maka industri peternakan unggas dan pihak terkait khususnya dunia litbang tidak menyerah begitu saja. Beragam upaya telah dilakukan untuk menekan biaya, termasuk khususnya mengenai komponen pakan. Di antaranya sebagaimana dipaparkan oleh seorang pakar peternakan di Kairo, Mesir, Dr. Salah H. Esmail, juga dalam “World Poultry”.

Dikemukakan, strategi dan manajemen pakan dapat membantu mengurangi biaya pakan sehingga dapat memperbaiki efisiensi produksi dan laba usaha peternakan. Di antara langkah-langkah strategis yang sudah dan sedang dikembangkan dewasa ini adalah menghemat biaya pakan terutama melalui optimasi pemberian pakan, substitusi bahan, suplementasi, serta mencegah kehilangan atau terbuangnya pakan secara percuma. Cara-cara yang dikembangkan meliputi manajemen pemberian pakan, manipulasi ramuan pakan, mencegah hama dan mikroba perusak, pemberian suplemen enzim, perbaikan citarasa pakan, dsb.

 

Hemat Pakan

Penghematan biaya pakan dapat dilakukan melalui penghematan volume pemberian pakan dan atau menekan biaya bahan ramuan. Pengurangan volume pemberian pakan dilakukan melalui pengaturan waktu pemberian pakan, pemberian suplemen dan atau pencampuran bahan perisa (flavour). Cara menekan biaya bahan ramuan dilakukan dengan substitusi sebagian bahan utama ramuan pakan yang nilai pasarnya tinggi dan atau penggunaan asam amino sintesis.

Menghemat volume pemberian pakan dapat dengan mengatur frekuensi pemberian pakan cukup 4-6 kali sehari. Ini mengganti cara pemberian pakan yang royal, yakni tersedia sepanjang hari, khususnya bagi ayam pedaging. Dengan cara baru itu ayam tidak sibuk terus dan pemberian pakan tidak berlebihan. Ayam akan tenang ketika jeda pakan sehingga pemanfaatan pakan yang dikonsumsi lebih baik.

Penghematan volume pakan dilakukan pula dengan meningkatkan pemanfaatan pakan dalam tubuh unggas. Caranya dengan pemberian suplemen enzim untuk meningkatkan ketersediaan unsur nutrisi atau energi dari metabolisme pangan dalam tubuh unggas. Enzim phytase mampu melepas posfor yang tidak tercerna sehingga mengurangi ekskresinya dan menurunkan kebutuhan suplementasi posfor anorganik. Enzim protease efektif melepas protein anti nutrisi yang terdapat dalam beberapa jenis bahan pakan sehingga menambah protein diet. Sementara enzim phytase dan xylanase mampu meningkatkan ketersediaan energi dari pakan yang dikonsumsi.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018