Monday, 30 November 2020


TEMUAN GEN SPIKE PADA PADI INDONESIA

24 Jan 2014, 15:56 WIBEditor : Kontributor

Cara baru meningkatkan produksi padi kini terbuka dengan penemuan gen khusus pada padi japonica tropis Indonesia. Gen yang dinamai SPIKE itu potensial untuk digunakan meningkatkan produksi varietas padi indica butir panjang modern.

Penemuan gen SPIKE terjadi pada penelitian yang dilakukan bersama oleh para ilmuwan Lembaga Ilmu Tanaman Jepang dan IRRI. Pada ujicoba pendahuluan, gen tersebut mampu meningkatkan produksi padi varietas indica butir panjang  modern sebesar 13-36%. Pakar pembiakan padi Jepang, Dr. Nobuya Kobayashi yang mengumumkan penemuan tersebut menyatakan tim ilmuwan mereka menemukan gen SPIKE itu pada padi varietas japonica tropis Indonesia.

Para ilmuwan IRRI sebelumnya memang sudah mengamati sifat-sifat yang berhubungan dengan potensi hasil lebih tinggi pada sejumlah varietas padi japonica Indonesia. Di antaranya mayang  dan daun yang besar,  sistem perakaran yang hebat dan batang yang tebal. Tetapi pada waktu itu belum terdeteksi adanya gen khusus sebagai pengatur hasil yang lebih tinggi dalam kelompok varietas tersebut.

Padi japonica tropis ditanam terutama di Asia Timur dengan peran 10% dalam produksi padi global. Secara global yang terbanyak ditanam adalah padi varietas indica (70%). Sehingga penggunaan gen SPIKE pada padi indica dapat berperan  penting bagi ketahanan pangan global.  Pembiak padi sekarang sudah bisa mulai melakukan penyisipan gen SPIKE pada padi varietas indica untuk memperbaiki arsitektur tanaman tanpa menyebabkan perubahan dalam mutu butiran padi dan periode pertumbuhan.

Dr. Kobayashi mengatakan mereka telah mengembangkan padi dengan gen SPIKE dengan menggunakan pendekatan baru berupa kombinasi identifikasi molekuler gen SPIKE dan pembiakan konvensional. Hasilnya lebih tinggi dari padi tanpa gen SPIKE. Para ilmuwan pembiak di IRRI telah menggunakan gen SPIKE meningkatkan potensi hasil varietas-varietas padi lokal utama. Uji coba multi lokasi varietas padi yang menggunakan gen SPIKE kini sedang berlangsung di beberapa negara berkembang di Asia, termasuk Indonesia, ungkap Dr. Tsutomu Ishimaru dari IRRI. IRRI/Ols.

 

 

PADI KAYA SENG PERTAMA DILEPAS

Padi kaya unsur seng (Zn) pertama di dunia sudah dilepas di Bangladesh dan akan mulai ditanam tahun 2014 ini. Varietas baru yang diberi nama BRRI dhan 62 itu merupakan hasil pembiakan yang dilakukan bersama oleh Lembaga Riset Padi Bangladesh (BRRI) dan HarvestPlus Kelompok Kerjasama Internasional untuk Riset Pertanian (CGIAR). BRRI dhan 62 mengandung 20-22 bagian per juta (PPM) seng, yakni lebih tinggi dari rata-rata 14-16 ppm kandungan seng padi pada umumnya.

Padi varietas  kaya seng itu dikembangkan  dari plasma nutfah padi induk yang diproduksi oleh IRRI. Padi kaya seng dibutuhkan di Bangladesh untuk mengatasi kekurangan seng pada nutrisi penduduk negeri itu. Lebih dari 40% anak-anak Bangladesh yang menderita kekurangan hara mikro seng sehingga pertumbuhan mereka terhambat.  Sementara itu 44% lainnya dibayangi resiko kekurangan seng.

Tingkat kekurangan seng di negeri itu berkisar antara 20-90%. Kekurangan seng merupakan penyebab penting pertumbuhan yang terhambat (menjadi kerdil) dan kematian akibat diare pada anak-anak. Dengan mengkonsumsi secara teratur beras kaya seng akan membantu mengurangi separoh tingkat kekurangan diet seng.

Padi BRRI dhan 62 memiliki performa yang lebih baik dibanding dua varietas unggul utama negeri itu, yakni Bina dhan 7 dan BRRI dhan 32. Yakni umur panen hanya 100-105 hari dibanding 110-120 hari. Pakar pembiak utama padi kaya seng itu, Dr. Alamgir Hussain dari IRRI mengatakan padi jenis yang sama akan diperkenalkan pula di  Kamboja, Indonesia, Pilipina dan Vietnam. IRRI/Ols

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018