Monday, 30 November 2020


Tumpangsari Karet dengan Kopi atau Kakao

25 Feb 2014, 14:45 WIBEditor : Kontributor

Dibanding kebun karet monokultur, tumpangsari karet dengan tanaman kopi atau kakao terbukti dapat lebih menguntungkan, menurut suatu penelitian yang dilakukan oleh satu tim ilmuwan Perancis dan Pantai Gading, Afrika.

Tim peneliti lembaga penelitan pertanian international Perancis CIRAD, Snoeck D. dkk bersama mitra peneliti lokal mengambil kesimpulan tersebut dalam studi yang mereka lakukan selama 17 tahun di Pantai Gading. Pada penelitian itu, pola pertanaman karet dirancang sesuai dengan cara tradisional, jarak antar barisan tanaman karet 7 meter dan tanaman tumpangsari ditanam dalam dua baris dengan jarak 3 meter dan jarak 16 meter antar barisan.

Masing-masing empat jenis tanaman tumpangsari yang ditanam memiliki masa hidup komersial sekitar 25 tahun. Yakni kopi dan kakao yang tinggi pohonnya tidak lebih dari 4 meter, serta lemon dan cola yang butuh banyak sinar matahari.

Hasil pengamatan terdokumentasi selama 17 tahun pada kebun percobaan monokultur karet atau karet yang tumpangsari menunjukkan hasil setiap pohon kopi tidak terpengaruh oleh pohon-pohon dalam barisan lainnya. Produktivitas antar barisan didukung oleh kenyataan bahwa jarak antar barisan cukup lebar untuk mencegah persaingan akibat naungan pohon karet. Dalam kepadatan tanaman tumpangsari itu, produksi karet mencapai 89% dari kebun karet secara monokultur. Sedangkan hasil cola dalam tumpangsari karet-cola 24% dan hasil kopi pada karet-kopi 32%. Dengan demikian secara kumulatif ada surplus masing-masing 13% pada kombinasi karet-cola dan 21% pada karet-kopi. Ini menunjukkan pula adanya efisiensi penggunaan tanah.

Hingga tahun ke 12, terbukti bahwa sistem tumpangsari karet-kopi dan karet-kakao lebih menguntungkan dibanding karet monokultur. Keuntungan kumulatif positif mulai pada tahun ketiga pada tumpangsari karet-kopi dan tahun ke-4 pada sistem karet-kakao. Tumpangsari karet-lemon kurang menguntungkan karena harga lemon rendah, sedangkan cola tidak memberi keuntungan hingga tahun ke 7.

Peneliti menyimpulkan bahwa tumpangsari karet dengan tanaman lain, khususnya kopi ataupun kakao dapat membantu petani kecil menganeka-ragamkan sumber pendapatan dan menggunakan tanah secara lebih baik selama 6 tahun sebelum pohon karet memasuki umur produktif. CIRAD/Ols.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018