Sunday, 11 April 2021


Pesatnya Ekspansi Tanaman Bioteknologi Komersial

24 Mar 2014, 09:59 WIBEditor : Kontributor

Perdebatan pro kontra boleh berlangsung terus, tetapi areal tanaman biotek komersial terus meningkat pesat. Kepesatan aplikasinya melebihi semua teknologi tanaman masa kini lainnya. Areal tanaman rekayasa genetik komersial yang baru 1,7 juta tahun 1996 telah meningkat 10.000% menjadi lebih dari 175 juta ha tahun 2013.

Laporan Tahunan 2013 ISAAA (International Service for the Acquisition of Agribiotech Application) yang diumumkan di Beijing 13 Februari 2014 mencatat bahwa areal tanam-tanaman biotek global meningkat terus setiap tahun,--dua digit dalam 12 tahun--, dalam 18 tahun ini. Areal tanam tahun 2013 meningkat 3% dari tahun 2012. Tanaman biotek melibatkan 18 juta petani di 27 negara, 16,5 juta di antaranya merupakan petani kecil di negara-negara berkembang.

Kenyataan ini dinilai ISAAA sebagai pencerminan kepercayaan dan harapan jutaan petani yang tertantang resiko di seluruh dunia. Tingkat ekspansi areal tanam yang moderat belakangan ini dan dalam beberapa tahun ke depan memang sudah diprediksikan karena tingkat adopsi tanaman biotek utama yang diusahakan sekarang sudah optimal, yakni sekitar 90-100%.

Manfaat

Laporan Tahunan ISAAA itu menyatakan alasan utama kepercayaan dan harapan petani terhadap bioteknologi ialah bahwa tanaman biotek memberi manfaat sosio-ekonomi yang besar dan berkelanjutan. Suatu studi komprehensif yang dilakukan Uni Eropa di Eropa tahun 2011 telah mengkonfirmasi bahwa tanaman biotek aman. Jutaan petani kecil dan besar yang tertantang resiko mengulangi aplikasi teknologi pertanian biotek karena berpendapat bahwa keuntungan dari bertani tanaman biotek itu tinggi.

Dipaparkan bahwa selama 17 tahun hingga 2012 tanaman biotek telah memberi sumbangan pada ketahanan pangan, keberlanjutan dan upaya menghadapi perubahan iklim dengan total kenaikan produksi senilai US$ 116,9 miliar. Pertanian tanaman biotek ikut menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan penghematan 497 juta kg pestisida. Dalam tahun 2012 saja emisi CO2 dikurangi sebanyak 26,7 miliar kg yang setara dengan penarikan sebanyak 11,8 juta mobil dari jalan selama satu tahun. Ini merupakan hasil menghemat penggunaan bahan bakar berbasis fossil dan pertanaman konservasi tanpa olah tanah. Sedangkan sumbangan pada konservasi keragaman hayati selama 1996-2012 diperoleh dari adanya penghematan sejumlah 123 juta hektar tanah pertanian.

Pembiakan tanaman biotek hemat air dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Mulai tahun 2013, jagung biotek komersial toleran kekeringan sudah mulai ditanam di Amerika Serikat. Jagung tropis biotek toleran kekeringan pertama rencananya akan mulai ditanam di Afrika Sub-Sahara tahun 2017.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018