Friday, 07 May 2021


Pilihan Kemasan untuk Susu Pasteurisasi

24 Mar 2014, 10:03 WIBEditor : Julianto

Dibanding dengan produk olahan susu cair lainnya, susu pasteurasi lebih mendekati nilai nutrisi, sifat fisik dan cita rasa susu segar. Tetapi susu pasteurisasi mudah rusak dan daya simpannya pendek sehingga perlu dicari solusinya. Salah satu di antaranya adalah menggunakan kemasan yang sesuai.

Indri Ambarsari dkk dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah dalam satu uraian memaparkan upaya penjagaan mutu dan peningkatan daya simpan susu pasteurisasi dengan pilihan jenis dan bentuk kemasan yang tepat guna. Mereka menekankan teknologi pengemasan berperan penting dalam memperpanjang masa simpan produk termasuk produk susu pasteurisasi.

Dikemukakan, susu pasteurisasi mudah rusak karena pasteurisasi merupakan pemanasan ringan di bawah 100oC yang hanya membunuh sebagian mikroorganisme. Penurunan mutu dalam penyimpanan meliputi mutu mikrobiologis, kimia dan sensori. Kerusakan dapat disebabkan bakteri psikotropik yang lolos dari suhu pasteurusasi atau yang mengkontaminasi setelah pasteurisasi. Yang paling umum ditemukan adalah Pseudomonas, Flavobacterium, Bacillus, Clostridium dan Mycobacterium. Oksidasi dan paparan cahaya ikut menyebabkan kerusakan mutu susu pasteurisasi.

Oksidasi merusak komposisi kimia lipida, vitamin A dan riboflavin. Oksidasi kimia dapat dipicu oleh paparan cahaya ataupun oleh permeasi oksigen (O2). Oksidasi lipida yang meningkat dapat menimbulkan bau dan rasa tengik pada produk. Kerusakan flavor (off-flavor) pada susu pasteurisasi diinduksi terutama oleh cahaya yang berlanjut dengan oksidasi lipida. Pada tahap pertama (setelah 2-3 hari penyimpanan) timbul flavor hangus cahaya matahari (burnt sunlight flavor), selanjutnya flavor kurang segar atau bau kemasan karena adanya oksidasi lipida.

Salah satu cara menghindarinya adalah penggunaan kemasan yang dapat menangkal cahaya atau mencegah keterpaparan produk terhadap cahaya. Di pasar tersedia banyak pilihan kemasan susu pasteurisasi. Utamanya adalah aneka model dan bentuk gelas, karton berlapis (coated paperboard), plastik jenis high density polyethylene (HDPE), polycarbonate (PC), maupun polyethylene terephthalate (PET), serta kemasan fleksibel berbagai bentuk.

Kemasan gelas kurang pas untuk produk yang peka terhadap cahaya. Namun, gelas berwarna amber mampu melindungi produk dari sinar ultra violet (UV), sedangkan yang hijau dapat memberi perlindungan parsial. Kemasan karton berlapis kini sudah ada yang dilaminasi dengan lapisan tahan air. Di antaranya menggunakan lapisan plastik sintesis, aluminium foil, dan belakangan ini dengan ethylene vinyl alcohol (EVOH) yang juga sangat baik sebagai penghalang oksigen. Dibanding bahan jenis kemasan lain, kemasan co-extruded (yang tersusun atas beberapa lapisan) memberi perlindungan lebih baik untuk mencegah kehilangan riboflavin pada susu pasteurisasi karena menghambat proses oksidasi susu pasteurisasi selama penyimpanan.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018