Sabtu, 15 Desember 2018


Deraskan Inovasi ke Lisensor Balitbangtan Gelar Agro Inovasi Fair di BPATP

13 Agu 2018, 15:38 WIBEditor : Gesha
Helatan Promosi Inovasi Teknologi Pertanian tahunan dari Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) kembali digelar. Kali ini, Agro Inovasi Fair 2018 dipamerkan di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) Bogor dan menjadi daya tarik untuk menggaet lisensor baru untuk pengembangan inovasi teknologi.
 
Dengan tema Percepatan Invensi Menuju Inovasi, Agro Inovasi Fair On The Spot 2018 kali ini diharapkan bisa meningkatkan lisensor untuk mempercepat dirasakannya teknologi pertanian untuk masyarakat.
 
"Kegiatan AIF On the Spot ini dilakukan sejak tanggal 8 Agustus hingga 13 Agustus dan berisikan beragam bimbingan teknis, temu bisnis hingga kerjasama lisensi dengan lisensor," ungkap Kepala BPATP, Retno Sri Hartati Mulyandari saat Peresmian Wahana Promosi Teknologi Balitbangtan Bernilai Kekayaan Intelektual di kantor BPATP di Bogor, Senin (13/8).
 
Rangkaian AIF On the Spot 2018 dimulai dengan  Bimtek Kebijakan Kekayaan Intelektual (KKI) untuk inventor dan manajemen inovasi mengenai Hak Kekayaan Intelektual dan Proses Alih Teknologi. 
 
Adapula temu bisnis yang mempertemukan inventor dengan 40 pelaku usaha. Sehingga bisa terbuka peluang lisensi antara keduanya.
 
Untuk masyarakat luas, BPATP menyebarkan 1000 bibit jeruk dari lima varietas yaitu Keprok Batu 55, Keprok Kisma, Keprok Molita, Keprok Serayan dan Siam Banjar. 
 
Tak hanya jeruk, benih sayuran dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) seperti Cabai Besar Tanjung 2, Cabai Keriting Kencana, Cabai Besar Ciko dan Kacang KP1.
 
Inovasi Baru
Terbaru, Balitbangtan juga sudah memiliki inovasi unggulan baru yang mendukung program BEKERJA yaitu alat inseminasi buatan (IB) tipe semprot yang dipergunakan untuk inseminasi pada ayam KUB. 
 
"Dalam satu aplikasi inseminasi bisa mencapai 200 ekor ayam dalam waktu 20 menit atau sekitar 7 detik per ekor," tuturnya
 
Retno menambahkan, Inovasi tersebut sudah ada mitra yang akan menjadi lisensor untuk dikembangkan secara massal sehingga bisa digunakan oleh masyakarat.
 
Inovasi teknologi lainnya adalah Jagung Nasa 29 yang memiliki tongkol ganda kini sudah bisa digunakan setelah adanya perjanjian lisensi antara Balai Penelitian Serealia (Balitsereal) dengan PT Pertani yang akan mengembangkannya sebagai lisensor. 
 
 
 
 
 

Editor :Gesha

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018