Sabtu, 15 Desember 2018


Teh Lidah Buaya Anti Kanker

21 Agu 2018, 10:18 WIBEditor : Kontributor

Kalau selama ini kita hanya mengenal lidah buaya hanya untuk penyubur rambut, ternyata tanaman bernama latin  Aloe vera ini punya segudang manfaat, mulai dari obat sakit kepala hingga anti kanker.

“Tanaman ini bisa digunakan segar atau simplisia (dikeringkan). Mulai dari daun, bunga dan akar bisa digunakan untuk kesehatan," tutur Kepala Seksi Jasa Penelitian Balittro Bogor, Nur Maslahah didampingi instruktur pelatihan, Dedy Rosadi saat memberikan Bimbingan Teknologi (Bimtek) yang diikuti oleh siswa SMK Farmasi Bunda Auni Bekasi, Senin (20/08).

Lidah buaya selama ini dipercaya bisa menjadi anti kanker. Untuk antisipasi penyakit menakutkan itu, maka kulit lidah buaya bisa dikeringkan dan dibuat sebagai teh untuk diminum. Manfaat lainnya adalah untuk sakit kepala, sembelit, kejang pada anak,batuk rejan, kencing manis, wasir, dan peluruh haid.

Untuk pemakaian luar, lidah buaya bisa digunakan untuk koreng, eczema, bisul dan luka bakar, sakit kepala (sebagai pilis)  caries dentis (gigi berlubang) dan penyubur rambut.

Lidah buaya juga bisa mengobati luka bakar ringan, dengan mencuci daunnya, ambil bagian dalamnya dan tempelkan pada bagian luka bakar. Sedangkan untuk bisul, daun dilumatkan ditambah sedikit garam dan tempelkan pada bisulnya.

Tenaga Pengajar di SMK Bunda Auni, Putih Isti Wardani menilai Bimtek yang diselengarakan oleh Balittro ini bisa menambah pengetahuan siswa. Ilmu pengetahuan seputar tanaman obat ini sangat sesuai dengan Kurikulum 2013 tentang mata pelajaran produk dan kewirausahaan.

“Sebelumnya para siswa dibebaskan memilih komoditi untuk dikembangkan menjadi usaha. Ada yang mengembangkan telur asin dan kue. Nah dengan adanya kurikulum terbaru itu, sekarang siswa diarahkan pada komoditi yang sesuai dengan kejuruannya (Farmasi). Siswa akan lebih diarahkan mengembangkan potensi dan bidang usaha yang berbasis tanaman obat,” ujar Putih.

Sebarkan Teknologi

Masih di Balitro pada waktu yang bersamaan, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka) menyelenggarakan Bimtek Budidaya dan Pascapanen Tanaman Obat. Kepala Pustaka, Gayatri menjelaskan bahwa Bimtek ini adalah upaya perwujudan dari fungsi penyebaran teknologi pertanian.

Selama ini Pustaka lebih dikenal sebagai pusat perpustakaan saja, sementara penyebaran teknologinya sebagian besar diarahkan pada pembuatan meteri publikasi seperti buku dan jurnal. Nah, sekarang fungsi itu lebih di pertajam dengan memberikan Bimtek kepada masyarakat luas.

Kegiatan semacam ini telah dimulai pada tahun 2016 lalu, balai-balai yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjadi nara sumber utamanya. Untuk Bimtek kali ini, 130 orang dari berbagai profesi mengikuti pelatihan tersebut. Lis.

Editor : Gesha

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018