Friday, 07 May 2021


GUAYULE, SUPLEMEN DAN PESAING KARET HEVEA

06 May 2014, 18:12 WIBEditor : Kontributor

Dua sumber karet alam alternatif yang sedang dikembangkan Uni Eropa dalam 6 tahun terakhir adalah tanaman guayule dan dandelion Rusia (Sinar Tani 24/10/2012). Kegiatan riset proyek EU-PEARLS ini terus melangkah maju dan semakin mendekatkan guayule sebagai suplemen sekaligus kompetitor terhadap karet alam Hevea brasiliensis.

Suara optimisme itu dilansir lembaga penelitian pertanian untuk pembangunan Perancis, CIRAD, yang ikut terlibat dalam proyek EU-PEARLS (Production and Exploitation of Alternatives Rubber and Latex Sources). Kemajuan berarti yang diperoleh CIRAD ialah penemuan teknik analisa cepat dan seksama biomassa guayule berdasarkan teknologi spektroskopi inframerah dekat (near infrared spectroscopy/NIRS). Ini adalah langkah baru ke arah industrialisasi, serta yang pertama ke arah penggunaan guyuale dalam skala besar.

Teknik NIRS merupakan teknik analisa yang didasarkan pada prinsip penyerapan energi radiasi dekat inframerah. Setelah dikalibrasi secara tepat, dapat digunakan untuk memperkirakan komposisi kimia sampel. Dinyatakan bahwa teknik NIRS yang telah dikalibrasi untuk guayule dapat membantu dalam seleksi tanaman yang sesuai dengan iklim dan jenis tanah di kawasan Mediteranea (Eropa Selatan dan Afrika Utara). Juga dalam menentukan waktu terbaik melakukan panen dan menaksir hasil per hektar. Langkah berikutnya yang diperlukan adalah penggunaan peralatan yang bergerak (mobile) di lapangan untuk mencatat secara langsung informasi penting seperti potensi produksi sesaat yang dibutuhkan petani maupun pabrik.

Penggunaan teknik NIRS juga mengantar lebih maju upaya untuk memanfaatkan kandungan guayule secara lebih luas selain karet alam, yakni resin (lipid dan terpene) dan bagasse untuk diolah menjadi biofuel atau lainnya.

Hevea vs Guayule

Guayule (Parthenium argentatum) adalah tanaman belukar yang aslinya tumbuh liar di Gurun Chihuahan di utara Mexico dan selatan Texas yang iklimnya mirip kawasan Laut Tengah (Mediteranea). Tanaman ini tidak toleran terhadap hawa dingin di bawah 10oC dan curah hujan di atas 800 mm/tahun.

Amerika Serikat dalam beberapa dekade belakangan ini telah mengembangkan produksi latex dari guayule, utamanya untuk pembuatan barang-barang kegunaan di lingkungan medis. Upaya ini dilakukan karena banyak orang yang alergi terhadap karet alam dari hevea, sedangkan latex guayule tidak atau kurang menimbulkan alergi (hypoallergenic). Perbedaan sifat itu diduga disebabkan adanya jenis protein terkandung yang berbeda.

Karet dari kedua jenis tanaman itu memiliki sifat polimerik yang sama, tetapi jenis bahan terkandung yang dapat digunakan berbeda. Latex/karet hevea hanya mengandung satu jenis bahan/senyawa yang dapat digunakan, yakni polyisoprene. Sedangkan guayule menyediakan berbagai bahan lain resin, sejumlah bahan aktif dan biomassa yang dapat digunakan untuk pembuatan insektisida, fungisida, produk untuk kesehatan manusia, biodiesel, dsb.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018