Friday, 07 May 2021


Tantangan Global bagi Pertanian Keluarga

27 Jun 2014, 21:48 WIBEditor : Kontributor

Pertanian keluarga (family farming) global yang didominasi usahatani skala kecil saat ini dihadapkan pada tantangan misi global. Kini, sebanyak 2,6 miliar orang memproduksi 70% pangan dunia lebih dari 500 juta usahatani pertanian keluarga. Untuk memberi makan penduduk sebanyak 9 miliar orang tahun 2050, peran apa yang dapat dibawakan oleh pertanian keluarga?

Pertanyaan tersebut diajukan oleh lembaga penelitian pertanian internasional Perancis CIRAD. Sebagai bahan untuk memikirkan jawaban, CIRAD memberi gambaran sekilas profil pertanian keluarga dunia saat ini. Bagian terbanyak pertanian keluarga berada di dunia selatan yakni negara-negara berkembang. Pertanian keluarga menyediakan lapangan kerja bagi 40% tenaga kerja dunia. Di Tiongkok peranannya 59%, India 53%, Afrika 53%, sedangkan di Amerika Utara dan Eropa hanya 5%.

Gambaran luas lahan usahatani pertanian keluarga di 81 negara adalah sebagai berikut: 72% usahatani menggunakan lahan kurang dari 1 hektar; 85% kurang dari 2 hektar; dan 94% kurang dari 5 hektar. Ukuran lahan tersebut sangat tergantung pada faktor-faktor lokal dan nasional.

Pertanian keluarga beroperasi dengan anggota keluarga sendiri sebagai tenaga kerja penuh waktu, tidak terkait dengan aturan pengupahan. Kerja menempa hubungan erat antara keluarga dengan ladang. Sebagian produksi dikonsumsi oleh keluarga, ada pasok ke pasar yang hasilnya juga untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Modal merupakan pegangan keluarga yang tidak terpisahkan dari kepemilikan keluarga. CIRAD/Ols

 Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018