Jumat, 06 Desember 2019


Ayam PT CPI kembali Terbang ke Negeri Sakura

24 Nov 2019, 18:18 WIBEditor : Gesha

PT CPI kembali mengekspor ayam ke Jepang | Sumber Foto:IRA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sukses mendobrak pasar  di dalam negeri,  PT Charoen Pokphan Indonesia, Tbk (PT CPI) kini aktif  mengembangkan penjualan ayam olahan yang diproduksinya ke pasar Jepang. 

"Langkah ekspor ini membanggakan.  Seperti harapan presiden kita, jangan terlalu bicara imporlah.  Ayo garap pasar ekspor, " tandas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebelum melakukan launching ekspor produk PT CPI yang ke 200 kontainer, di kawasan pabrik pakan CPI di Ancol Jakarta,  Minggu (24/11). 

Di kesempatan kali ini PT CPI melepas produknya  sebanyak 16 kontainer untuk diekspor ke dua negara. Disamping produk ayam olahan yang kembali masuk pasar Jepang  dilakukan pula ekspor berupa pakan  dan griller ke negara Republik Demokratik Timur Leste (RDTL).

Menteri Pertanian mengapresiasi langkah PT CPI yang dengan cepat mengambil peluang untuk mengisi permintaan pasar mancanegara.  Ini sesuai dengan keingginan pemerintah yg memang ingin bisa bekerja cepat. 

"Tanggal satu Desember nanti kita sudah memiliki data pertanian yang bisa menjadi acuan kita untuk melakukan perencanaan ke depan sehingga pada Januari kita bisa start lebih kencang lagi, " tutur Menteri SYL,  yang didampingi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan,  I Ketut Diarmita serta Kepala Badan Karantina Pertanian,  Ali Jamil. 

Adanya permintaan kembali produk daging ayam olahan seperti chicken Nugget oleh pasar Jepang yang dikenal menetapkan persyaratan ketat , menurut Menteri ,telah menjadi bukti bahwa produk peternakan Indonesia sudah terjamin kualitasnya. 

Karenanya ia meminta PT CPI dan perusahaan agribisnis lain terus mendeteksi peluang pasar di luar Jepang dan Timur Leste  yang memungkinkan untuk diterobos. Sehingga nantinya akan semakin banyak produk yang diekspor dan mendatangkan devisa bagi negara. 

Meski giat menerobos pasar ekspor, Mentan  mengingatkan agar CPI juga tak mengabaikan permintaan konsumen lokal.  "Harus bekerja cepat juga karena permintaan masyarakat kita akan daging ayam dan telur juga akan meningkat cepat seiring meningkatnya jumlah penduduk," kata SYL seraya menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia mencapai 3 juta jiwa per tahun.

Obor Besar

Komisaris Utama PT CPI, Hadi Gunawan,  mengemukakan bahwa pihaknya berkomitmen akan terus mengembangkan pasar ekspor produk peternakan agar dapat memberikan manfaat lebih besar kepada negara dan masyarakat Indonesia. 

Dalam hal ekspor ia menyebut dari berupa lilin kecil kini pihaknya berupaya menjadi obor kecil dan akhirnya obor besar. "Dulu ketika awal tahun 2017 kami baru menyasar tiga negara tujuan. Tetapi pasar terus kami kembangkan , di tahun 2020 antara lain kami ingin bisa masuk ke pasar Singapura,  Hongkong dan pasar Timur Tengah, " jelasnya. 

Didukung sekitar 28 ribu karyawan yang bernaung dibawah bendera Charoen Pokphand Group, pihaknya kini juga aktif mengembangkan inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung peningkatan aneka produk perusahaan termasuk produk pakan untuk pasar ekspor.

Seperti saat ini CPI sudah menghasilkan mobile corn drier (MCD)  atau mobil pengering jagung yang bisa berkeliling mendatangi petani jagung hingga ke pelosok.  "Prototipe MCD ini sdh selesai diuji coba, rencananya akan diperbanyak agar bisa digunakan petani di sentra-sentra pengembangan tanaman jagung," ujar Hadi Gunawan. 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018