Sabtu, 14 Desember 2019


ISPI Giat Cetak Wirausahawan Muda Peternakan

26 Nov 2019, 05:40 WIBEditor : Gesha

ISPI Semakin giat mencetak wirausahawan muda peternakan | Sumber Foto:IKA RAHAYU

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI)  berupaya mendorong lahirnya lebih banyak lagi  wirausahawan muda di bidang peternakan melalui pelaksanaan program magang baik di perusahaan dalam negeri maupun mancanegara.  Saat ini proses pembelajaran dan pelatihan kerja difokuskan dilaksanakan di usaha peternakan sapi potong. 

Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Pengurus Besar (PB) ISPI,  Robi Agustiar, disela kegiatan pelatihan singkat bagi sarjana baru peternakan , di Jakarta , Senin (25/11) mengatakan , fakta menunjukkan bahwa generasi muda termasuk sarjana peternakan umumnya tak tertarik untuk terjun di usaha produksi sapi potong. 

Disamping perputaran uangnya lambat ,  membangun usaha sapi potong juga membutuhkan investasi yang tidak kecil.  "Tak mengherankan bila pelaku usaha sapi potong umumnya berusia lanjut . Ini tentu memprihatinkan . Karenanya begitu ada tawaran kerja sama untuk melaksanakan kegiatan magang kerja bagi generasi muda dari  pemerintah Australia kami menyambut dengan tangan terbuka ," tutur Robi. 

Dimulai pada tahun 2014 lewat kegiatan NTCA-Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP) , pihak ISPI sudah ikut aktif menjadi pelaksana program magang bagi mahasiswa peternakan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Di program ini, magang dilaksanakan di perusahaan sapi potong yang ada di Australia selama 10 minggu.  Total telah sebanyak 133 mahasiswa Indonesia yang menjadi peserta magang di negara Australia.

Setelah program magang bagi mahasiswa, menurut Robi,  baru pada tahun 2019 ini ISPI bekerja sama dengan Indonesia-Australia Partnership on Food Security in The Red Meat and Cattle Sector menyelenggarakan program pelatihan kerja untuk lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi bidang peternakan. 

Dari sekitar 140 pendaftar,  terseleksi sebanyak 25 peserta magang yang akan ditem patkan selama tiga bulan di 10 perusahaan pembibitan dan penggemukan sapi yang lokasinya tersebar di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. 

Team Leader  dari Red Meat and Cattle Partnership (RMCP), M. Isradi Alireja,  mengemukakan bahwa dari 25 peserta magang di perusahaan sapi potong Indonesia,  enam orang diantaranya  pernah menjadi peserta magang di perusahaan Australia melalui program NIAPP. 

Ke 25  peserta akan mendapatkan pelatihan dalam kelas serta praktik untuk memahami tantangan dan peluang  bisnis industri sapi potong di Indonesia. Akan diajarkan pula bagaimana mengelola manajemen peternakan sapi potong dari hulu hingga hilir,  proses bisnis komoditas daging merah dan sapi juga diberikan pelatihan menulis dan motivasi untuk sukses bekerja dalam tim. 

Isradi menekankan , melalui partnership, Indonesia dan Australia betkomitmen  menggabungkan kekuatan kedua negara untuk bersama-sama meningkatkan rantai pasok daging merah dan sapi di Indonesia.

Partnership berlangsung selama 10 tahun hingga 2023. Untuk itu  disiapkan dana sebesar 60 juta dolar Australia yang bersumber dari pemerintah Australia dan kontribusi dari mitra lain. 

"Diharapkan kerja sama dengan ISPI juga bisa berkesinambungan sehingga kami bisa mendukung penciptaan SDM unggul di bidang usaha sapi potobg di Indonesia,"  ujarnya. 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018