Thursday, 02 April 2020


Penanganan Tepat, Telur Segar Lebih Tahan Lama

07 Dec 2019, 13:24 WIBEditor : Gesha

Dengan coating, telur segar pun jauh lebih tahan lama | Sumber Foto:BB PASCAPANEN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat dapat dilakukan dengan konsumsi telur ayam. Namun, telur memiliki umur simpan yang singkat, sehingga pengaturan pasokan sulit dilakukan, dan fluktuasi harga sulit dicegah.  Padahal dengan penanganan yang tepat, telur segar pun bisa tahan lama

Pola peningkatan harga eceran telur ayam setiap tahun terjadi di awal tahun sebagai dampak lanjutan dari Hari Natal dan Tahun Baru serta liburan anak sekolah, kemudian menurun selama 1-2 bulan dan kembali meningkat menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri.

Fluktuasi harga ini pada dasarnya bukan karena kurangnya produksi nasional. Telur memiliki umur simpan yang singkat, yaitu sekitar 7-14 hari pada suhu ruang. Umur simpan yang singkat menyebabkan sulitnya mengantisipasi  peningkatan kebutuhan masyarakat di saat permintaan meningkat. 

Kesegaran telur dapat ditentukan dari kondisi cangkang/kerabang, kondisi putih telur, kondisi kuning telur, serta bau. Perubahan pada parameter-parameter tersebut menyebabkan telur tidak disukai konsumen.

Lebih jauh, dari sisi keamanan pangan, telur yang telah menurun mutunya dapat memiliki tingkat cemaran mikroba yang melebihi batas, sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB-Pascapanen) sendiri telah mengembangkan teknologi penanganan telur ayam untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan kesegarannya.

Pemberian lapisan khusus (coating) pada telur dapat meningkatkan umur simpan telur menjadi 30 hari di suhu ruang, atau hingga 40 hari di ruangan ber-AC. Coating yang dapat digunakan dalam penanganan telur adalah bahan alami berbasis protein serta larutan kapur. 

Peningkatan umur simpan juga ditentukan oleh penanganan telur yang baik dari sejak ditelurkan di kandang hingga siap didistribusikan. Sanitasi dan higienitas kandang sangat penting untuk diperhatikan.

Telur yang dipanen harus segera disortasi dan dipisahkan dari yang kotor maupun retak dan abnormal. Pembersihan telur yang kotor perlu dilakukan dengan cara yang tepat.

Telur yang bersih dan ditangani dengan baik, tanpa pemberian coating terbukti tetap terjaga kesegarannya dan masih diterima oleh konsumen setelah penyimpanan selama 15 hari di suhu ruang, bahkan lebih. Tidak hanya masih memenuhi preferensi konsumen, dari sisi keamanan pangan pun hasil analisis menunjukkan telur sangat aman dikonsumsi.  

Teknologi coating telur, dikombinasikan dengan pengaturan suhu yang lebih rendah seperti suhu AC atau suhu lemari pendingin (kulkas) dapat diterapkan jika umur simpan yang dibutuhkan lebih panjang lagi.

Misalnya, saat stok telur perlu didistribusikan lebih jauh dari sentra penghasil telur, atau saat mengantisipasi peningkatan permintaan dimana persiapan pasokan perlu dilakukan lebih awal. Lebih lanjut, implementasi teknologi ini relatif mudah dan tidak membutuhkan investasi besar.

Reporter : Maulida Hayuningtyas dan Sari Intan Kailaku
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018