Thursday, 02 April 2020


Bebas Penyakit Anthraks dan Brucellosis, Sapi NTT Sehat dan Aman Dikonsumsi

16 Dec 2019, 18:06 WIBEditor : Gesha

Presiden RI, Joko Widodo mencoba tol laut untuk mengangkut sapi | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kupang --- Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi pemasok kebutuhan ternak sapi dalam negeri. Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian selalu memastikan lalu lintas hewan ternak antar wilayah di Indonesia.

"Kami pastikan ternak sapi yang keluar dari NTT sudah bebas dari penyakit Anthraks, SE dan Brucellosis. Sejumlah pemeriksaan fisik dan laboratorium telah dilakukan petugas karantina terhadap sapi- sapi tersebut. Sapi yang sehat akan dikeluarkan sertigikat pelepasannya sebagai jaminan sapi tersebut aman di konsumsi masyarakat Jakarta dan Banjarmasin," ungkap Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

Tercatat pada 2019, total kuota pengeluaran ternak sapi dari NTT sebanyak 63.878 ekor. Sedangkan Desember 2019 masih tersisa 796 ekor yang akan diberangkatkan dengan Kapal Cemara Nusantara (tol laut) tujuan Jakarta dan Banjarmasin.

Lebih lanjut, Mentan Syahrul mengajak para pengusaha ternak untuk mempergunakan tol laut untuk memperlancar distribusi dari NTT. Sebab, keuntungan yang didapat pelaku usaha dan masyarakat secara umum dengan adanya program Tol Laut. Keuntungan pertama, dengan adanya kapal Cemara Nusantara yang dikhususkan sebagai ternak sapi, memberikan jaminan perlakuan secara animal walfare selama perjalanan di laut.

Kedua, kondisi kapal yang sangat animal walfare membantu untuk mngurangi potensi kematian pada ternak sapi dan mengurangi potensi penyusutan bobot sapi.  "Harga jual sapi-sapi asal NTT akan tetap terjangkau karena pemanfaatan Kapal Cemara Nusatara biaya pengiriman sapi telah disubsidi oleh pemerintah," pungkas Mentan Syahrul.

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018