Wednesday, 26 February 2020


Peneliti : Nutrien Disuntikan pada Telur Tetas, Ayam Tidak Membutuhkan Antibiotik

20 Jan 2020, 15:39 WIBEditor : Gesha

Injeksi nutren pada telur tetas | Sumber Foto:ISTIMEWA

Dengan pemberian nutrisi, telur tidak lagi membutuhkan antibiotik saat menetas. DOC yang menetas sudah dicover imunitasnya dengan beberapa komponen asam utirat dan selenium

TABLOIDSINARTANI.COM, Serpong --- Penggunaan antibiotik untuk peternakan khususnya pada unggas memang telah dilarang. Karena itu, perlu adanya alternatif baru yang bisa diadopsi peternak agar ayam bisa sehat tanpa perlu antibiotik. Salah satunya adalah injeksi (penyuntikan) nutrien pada telur tetas yang akan dibesarkan menjadi ayam ternak.

“Telur DOC sekarang sudah tidak dieram, tetapi melalui sistem penetasan. Untuk itu kita memberikan nutrisi sedini mungkin sebelum telur menetas, karena proses inkubasi atau pengeraman buatan biasanya 21 hari. Ada dua tahapan dalam pengeraman yaitu 0 sampai 17 hari, dan masuk hari ke-21 adalah tahap penetasan, jadi memakai dua mesin. Ketika pindah dari mesin pengeraman ke penetasan itulah kita berikan injek nutrisi yang kita inginkan," kata Peneliti Balai Penelitian Ternak (Balitnak) - Puslitbangnak, Balitbangtan, Rantan Krisnan.

Karena itu, teknologi In Ovo Feeding (IOF) sangat diharapkan bisa menginjeksikan nutrien pada telur tetas. "Pemberian nutrisi ini sudah diuji dan dikembangkan dimana saja, ada yang memberi pakan ditempat penetasan, ada juga memberi makan ketika pengiriman dari mesin tetas ke kandang, jadi pemberian pakan itu sudah berkembang pesat. Namun yang menarik menurutnya, selama 10 tahun belakang ini pemberian pakan lebih maju yaitu dilakukan sebelum menetas," tuturnya.

Ketika embrio berkembang baik, peternak langsung memberikan pakan, sehingga nutrisi tidak hanya didapat dari telur, tapi juga dari nutrisi asam utirat dan selenium yang diinjeksi ke cairan amnion yang membungkus embrio, sehingga embrio secara alami mengkonsumsi amniom diusia 8 hari sehingga saat lahir organ percernaannya berkembang lebih cepat.

Apalagi, dewasa ini penggunaan antibiotik sudah dilarang. Sehingga dengan pemberian nutrisi, telur tidak lagi membutuhkan antibiotik saat menetas. DOC yang menetas sudah di cover imunitasnya dengan beberapa komponen asam utirat dan selenium. "Asam utirat ini asam organik bisa memperbaiki dan membuat usus berkembang lebih baik. Nutrisi ini punya keunggulan yaitu usus akan lebih bagus dan sehat, sedangkan selenium bisa mencegah radikal bebas seperti cekaman panas dan metobolisme yang tinggi," ujar Rantan.  

Namun, sebagus apapun bahan nutrisi jika aplikasinya injeksinya secara manual, maka tidak akan efektif. "Untuk itu kami bekerjasama dengan BBP Mektan untuk membuat mesin injeksi nutirentelur otomatis yang baru prototipe 1 dan hasilnya sangat bagus, sudah bisa digunakan dan harganya kemungkinan akan murah sekali," tuturnya.

Baca Juga : Tingkatkan Produksi Unggas, BBP Mektan Perkenalkan Mesin Injeksi Nutrien Otomatis

Mesin ini bisa diatur pengoperasiannya mulai dari aspek teknis kedalaman, ketahanan benturan, ukuran jarum. Sehingga saat digerakkan secara otomatis, maka akan lebih cepat efektif dan efisien.

"Beberapa mesin otomatis seperti ini terutama dalam skala industri besar sudah pernah dipromosikan di Indonesia, tetapi harganya sangat mahal sekali yaitu milyaran. Dengan mesin inovasi Balitbangtan ini, saya berharap bisa dikembangkan dan dimanfaatkan industri peternakan, dan peneliti lain juga bisa mengembangkan bahan formulasi nutrisi yang baik," harapnya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018