Wednesday, 26 February 2020


Penuhi Kebutuhan Protein Dalam Negeri, Mentan Syahrul : PAKSA !

29 Jan 2020, 12:43 WIBEditor : Gesha

Memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, Mentan Syahrul menyerukan PAKSA | Sumber Foto:HUMAS PKH

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Depok --- Memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta para pejabat yang membidangi fungsi peternakan menggunakan cara-cara yang luar biasa.

"Untuk pemenuhan pangan hewani dalam negeri, semua harus di-PAKSAKAN. Singkatan dari Planning yang benar, Atensi yang besar, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen Atas dasar Negeri," ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam Workshop Penajaman Program dan Kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2020 di Depok, Selasa (28/01).

Mentan Syahrul menuturkan PAKSA tersebut bisa diintegrasikan dengan teknologi. Salah satunya dengan melakukan pemantauan dan pengontrolan peningkatan produksi melalui Agriculture War Room (AWR) dan Agriculture Operation Room (AOR). Dirinya berharap dengan penggunaan teknologi digital seperti ini, dapat mendorong pengembangan peternakan sapi di seluruh wilayah Indonesia seperti halnya di Aceh maupun Papua. 

“Pasang chip di semua sapi, saya ingin bisa memantau sapi itu ada dimana, merumput dimana, diberikan pada peternak yang mana, bagaimana kondisinya, semua itu harus bisa dikontrol dengan AWR,” perintahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita memberikan contoh bagaimana Provinsi Bali bisa berhasil meningkatkan produksi sapinya dengan memaksakan segala usaha.

“Saya bilang ke Pak Gubernur, tidak ada jalan lain kecuali dipaksakan. Tadinya selalu dibilang tidak bisa, namun setelah kita bahas dan dilaksanakan, pelan-pelan ternyata bisa dilaksanakan," ungkapnya.

Target 2020

Dalam pertemuan untuk konsolidasi antara Pusat dan Daerah guna mempertajam pelaksanaan program dan kegiatan Ditjen PKH tahun 2020 ini, mengemuka bahwa pada Tahun Anggaran 2020, Ditjen PKH berfokus pada peningkatan populasi dan produksi, serta peningkatan ekspor komoditas/produk ternak.

"Kita punya kegiatan Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) dengan target kelahiran 4 juta ekor melalui program inseminasi buatan dan kawin alam. Ditjen PKH juga akan melakukan peningkatan populasi sapi dalam negeri melalui impor indukan sapi," ungkap Ketut. 

Selain itu, Ditjen PKH juga akan mengenjot ekspor produk peternakan dalam rangka mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Mentan Syahrul.

Adapun kegiatan lain yang menjadi fokus adalah peningkatan status kesehatan hewan melalui penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), optimalisasi lahan sawit untuk usaha ternak sapi melalui integrasi sapi sawit, dan penurunan pemotongan betina produktif dalam mendukung peningkatan populasi dan produksi. 

"Untuk mengakselerasi kinerja pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, kita dorong peningkatan pemanfaatan dan aksesbilitas KUR dengan target Rp 9,01 Trilyun, peningkatan investasi dengan target 3,80 Trilyun, dan pengembangan UMKM sebagai lembaga pengerak dan pendorong usaha ekonomi peternakan dengan target 700 unit," tambah Ketut. 

Dirjen PKH juga menargetkan adanya penambahan peternak milenial sebagai generasi kekinian dalam usaha peternakan dengan target 60.000 orang, mendorong KOSTRATANI sebagai pendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan melalui penguatan kelembagaan Puskeswan, petugas Medik Veteriner, Paravet, petugas IB/PKB dan Wasbitnak, serta pengembangan kluster/kawasan/korporasi sebagai sentra usaha pembangunan peternakan.  "Sesuai arahan bapak Mentan Syahrul, kita juga perkuat pengembangan data dan informasi berbasis AWR dan AOR," pungkasnya. 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018