Wednesday, 26 February 2020


Ekspor Produk Peternakan Tahun 2020 Ditargetkan Rp 10,90 Trilliun

03 Feb 2020, 12:42 WIBEditor : Gessha

Ekspor beragam produk peternakan akan terus meningkat | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kebijakan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus digencarkan melalui peningkatan volume, peningkatan mitra dagang, mendorong pertumbuhan ekspor, dan menambah ragam komoditas. Tak terkecuali produk peternakan pada tahun 2020 ini ditargetkan mencapai Rp 10,90 trilliun.

"Ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan tahun ini ditargetkan meningkat sebanyak 13?ri tahun 2019, yakni dari 258.598 ton menjadi 290.845 ton. Ini juga berarti ada peningkatan nilai ekspor sekitar 17?ri Rp 9,310 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 10,90 triliun," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita.

Adapun target ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan terdiri dari 5 (lima) kelompok, yaitu kelompok hewan hidup sebesar 32.039 ton dengan fokus utama kambing dan domba, kelompok produk pangan segar dan olahan sebesar 159.308 ton yang terdiri dari sarang burung walet, daging unggas, susu dan produk lainnya, serta kelompok obat hewan sebesar 895 ton yang terdiri dari vaksin dan reagen.

Kelompok lainnya yakni produk non pangan seperti pakan hewan, premix, kulit, bulu, tulang, dan tanduk yang mencapai 98.410 ton, serta kelompok benih / bibit ternak seperti hatching eggs (HE) ayam, HE bebek, dan semen beku dengan target kontribusi sebesar 193 ton.

Ketut menekankan bahwa status kesehatan hewan menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekspor ke negara lain. Oleh karenanya Kementan secara konsisten mengembangkan dan memastikan update informasi mengenai jaminan kesehatan hewan, mutu, dan keamanan setiap produk yang akan di ekspor.

"Sesuai arahan Mentan SYL, kita terus dorong para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspor peternakan dan kesehatan hewan dalam rangka meningkatkan pendapatan negara dari sektor pertanian," pungkasnya. 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018